Tanya Nasib Pedagang, Ketua Paguyuban Diajak Carok

Agus Solli yang membawa kertas dikawal sejumlah pedagang pasar

LUMAJANG, Jumat (5/10/2018) suaraindonesia-news.com – Tanya soal nasib pedagang pasar Yosowilangun yang semrawut tidak tertib administrasinya, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Yosowilangun, Agus Solli ditantang “Carok” oleh Pengelola Pasar Yosowilangun, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Zainul, kemarin siang.

Hal ini disampaikan Agus Solli ketika mendatangi kantor Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang, bersama dengan sejumlah perwakilan pedagangan pasar Yosowilangun.

“Kejadian cekcok ini terjadi di kantor pasar Yosowilangun dan disaksikan sejumlah pedagang pasar setempat,” katanya kepada sejumlah media.

Di pasar tersebut, kata Agus memang banyak masalah-masalah yang kerap menjadi keluhan para pedagang yang masih belum di atasi oleh yang berwenang.

“Ya seperti di tempat bagian penjual ikan, terdapat saluran air yang tidak berfungsi dan tidak dibersihkan oleh yang bertugas, akhirnya timbul aroma tidak sedap karena genangan air yang tidak mengalir,” ungkapnya.

Para pedagang juga sudah sering komplain terkait dengan penarikan kontribusi yang tidak sesuai aturan. Agus Solli sempat mendatangi tempat kantor pasar Yosowilangun dengan tujuan menanyakan atau klarifikasi terkait aduan para pedagang tersebut.

“Kok malahan saya ditantang carok sama kordinator pasar bernama Zainul ini,” tambahnya.

Agus Solli hanya ingin menanyakan terkait aduan para pedagang yang selama ini mengeluh terkait masalah penataan pasar yang kurang sehat dan ada dugaan kontribusi yang kurang memuaskan bagi pedagang di pasar tersebut.

“Carokmun begal majuh, mun temmun dimma, ah beih,” ucap Agus sembari menirukan kata-kata Zainul, persis di video yang sudah viral di sejumlah medsos.

Dan yang aneh, Agus Solli mendapatkan laporan kalau ada pedagang yang bayar tidak sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda), berarti bisa dikatagorikan pungli.

“Mereka itu kehidupannya hanya jualan mencari nafkah untuk keluarganya, paling tidak pemerintah melihat tempat tersebut layak ditempati atau tidak. Apalagi pada musim hujan tempat ini pasti banjir dan pembeli dan penjual banyak yang mengeluh,” ujarnya lagi.

Sebagai Ketua Paguyupan di pasar ini, Agus Solli berharap kepada pemerintah untuk melihat dan turun ke lokasi, supaya tahu bagaimana situasi riil di pasar Yosowilangun ini.

Menurut Plt Dinas Perdagangan Kabupaten Lumajang, Bambang
setelah di konfirmasi awak media, dia menanggapi terkait dengan aduan para pedagang yang datang ke kantor.

“Saya ucapkan banyak terima kasih atas semua aduannya, saya akan telusuri dulu dan saya akan koordinasi apa yang menjadi masalah yang ada di pasar Yosowilangun dengan intstansi terkait dan selanjutnya akan beritahukan ke Bupati Lumajang,” papar Bambang.

Salah satu pedagang ikan yang ada di lokasi pasar itu, Bu Sutik, mengatakan, kalau di tempat saya berjualan ini sangat kotor dan ada bau yang menyengat, karena ada beberapa hal yang menyebabkan kotor dan bau, seperti saluran air yang rusak.

“Padahal kami itu sudah memenuhi syarat dengan membayar restribusi setiap hari dan sudah membayar ijin setiap 5 tahun sekali, tapi tidak ada tanggapan dari pihak terkait,” keluhnya.

Reporter : Achmad Fuad Afdlol
Editor : Agira
Publisher : Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here