Tanpa Dokumen Lelang, Event “Lumajang Biyen” Dilaporkan ke Kejari

oleh
Sejumlah awak media saat keluar dari kantor dinas pariwisata.

LUMAJANG, Selasa (4/2/2020) suaraindonesia-news.com – Disebabkan tanpa adanya dokumen yang lengkap, event “Lumajang Biyen” dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang, beberapa waktu yang lalu.

Hal ini dibenarkan oleh Kasi Pidsus Kejari Lumajang, Lilik Dwi kepada sejumlah wartawan, diruang kerjanya.

Menurutnya, pihak Kejari masih belum bisa menindaklanjuti terkait hal tersebut, dikarenakan menyelesaikan kasus
Tipikor lainnya.

“Kami masih fokus terhadap kasus pak Yossi, terkait pasar hewan. Sebab kami masih bolak-balik Lumajang-Surabaya,” katanya kepada sejumlah wartawan.

Kata Lilik, nanti kalau sudah selesai satu per satu akan ditindaklanjuti perkara yang diduga penyelewengan anggaran ini.

Menurut PPK Bagian Pembangunan Setda Lumajang, Ghofur kepada media juga menyampaikan kalau event “Lumajang Biyen” tidak ada dokumen LPSE.

“Itu yang melaksanakan Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) dan Sarpras Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang,” bebernya.

Dikatakan Ghofur, dana tersebut bergulir sebesar Rp. 400 juta, yang diperinci Rp. 200 juta untuk Event Organizer (EO) nya, sedangkan sisanya dibuat untuk perlengkapan.

Sementara itu, Bidang Ekraf Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Wiwin tidak dapat ditemui awak media untuk diklarifikasi terkait hal tersebut.

“Maaf, Bu Wiwinnya tidak dapat ditemui, karena masih rapat dari pagi,” ujar Budi, staf yang mengatakan kalau Bu Wiwin masih rapat, Selasa (4/2) siang.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *