Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Koleksi buaya di taman wisata Penangkaran Buaya Predator Fun Park (PFP) di Junrejo kota Batu tampaknya dirasa tidak cukup hanya 111 ekor buaya dan enam jenis buaya lokal. Tapi management PFP akan memanjakan pengunjung dengan berencana mengimport buaya dalam empat bulan kedepan, terutama buaya putih .
Sastro Sanjoyo komisaris PT Bhakti Baru Sejastera (BBS) yang juga pengelola PFP mengungkapkan enam jenis buaya lokal yang dipertontonkan kepada masyarakat tampaknya masih kurang memadahi pengunjung. Diharapkan dengan penambahan koleksi buaya itu akan menambah jumlah pengunjung
”Kita dalam waktu empat hingga lima bulan ke depan akan mengevaluasi tentang kekurangan apa di PFP ini , dan apa yang dikehendaki masyarakat selama ini tetang koleksi buaya” kata Sastro saat ditemui usai acara peresmian PFP yang dibuka oleh walikota Batu Eddy Rumpoko, Minggu (2/8)
Setelah itu, pihaknya bisa menyimpulkan tentang bermacam koleksi. Karena buaya yang ada sekarang ini dinilai masih kurang menarik pengunjung. “Kedepanya nanti buaya yang ada disini bisa bermain acrobat dan menghibur masyarakat dan sekarang ini masih dalam tahap pembelajaran. Karena buaya yang ada dikolam sering kelai satu sama lainnya, sering pawing harus jeli” jelasnya.
Berikutnya kata dia, PFP akan mengoleksi buaya yang unik dan belum ada jenis buaya di Indonesia. “Kami akan import atau mendatangkan buaya dari luar negeri yang unik dan lucu, setidaknya jenis buaya putih yang sekarang dinantikan para pengunjung PFP, kalau ada buaya unik silahkan dibawah kesini” jelasnya (adi Wiyono).












