Takmir Masjid Agung Asy Syuhada’ Pamekasan Santuni Anak Yatim

oleh -394 views
Takmir Masjid Agung Asy Syuhada' Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, saat memberikan santunan kepada 1.400 anak yatim dan fakir miskin di Kabupaten Pamekasan. Kamis (20/09/2018).

PAMEKASAN, Kamis (20/09/2018) suaraindonesia-news.com – Dalam memperingati tahun baru Islam 1440 Hijriyah, takmir Masjid Agung Asy Syuhada’ Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, memberikan santunan kepada 1.400 anak yatim dan fakir miskin di Kabupaten Pamekasan.

Acara yang ditempatkan di halaman masjid setempat tersebut terlaksana berkat kerjasama pengurus takmir masjid dengan PT Garam (Persero), Baznas dan Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) cabang Pamekasan.

Tampak hadir dalam acara itu, Pj Sekda mewakili Pj Bupati Pamekasan yang berhalangan hadir, perwakilan Forpimda, OPD, Ketua Baznas dan Kemenag Pamekasan, sejumlah alim ulama serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya Pj Sekda yang membacakan sambutan Pj Bupati Pamekasan mengatakan bahwa sampai saat ini masih banyak saudara-saudara kita yang kurang beruntung, baik karena persoalan ekonomi maupun musibah sosial lainnya.

Baca Juga: Minta Revisi ulang UU Permen PANRB, Ratusan Tenaga Honorer K2 Pamekasan Gelar Aksi Demo 

“Bantuan yang akan diberikan ini mungkin nilainya tidak seberapa jika dibandingkan dengan kebutuhan yang dihadapi setiap harinya, namun demikian saya berharap agar bantuan tersebut dapatnya diterima dengan ungkapan rasa syukur yang mendalam. Sebab kita yakin rejeki yang kita terima semata-mata berasal dari Allah SWT,” katanya.

Pemberian santunan ini menurut Alwi, bukanlah satu-satunya jalan untuk mengatasi persoalan ekonomi sosial yang sedang kita hadapi, namun sebagai bentuk promosi sosial bahwa dengan kebersamaan dan kepedulian diantara sesama sedikitnya akan membantu saudara kita menuju kondisi hidup yang lebih baik.

“Mari kita jadikan kemiskinan dan kebodohan sebagai musuh bersama yang juga harus kita perangi bersama. Seiring dengan hal tersebut, kita perlu mencari berbagai bentuk pendekatan kegiatan yang mampu mendorong peningkatan kepedulian masyarakat untuk mencari solusi terbaik agar saudara kita yang kurang beruntung dapat keluar dari persoalan hidupnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Mohammad Alwi mengajak semua komponen masyarakat baik perorangan maupun kelembagaan untuk menghayati esesi hijriyah sebagai upaya pembaharuan peningkatan dan membangun masa depan yang lebih baik dan lebih cerah serta mendirikan usaha pengentasan kemiskinan sebagai komitmen bersama yang dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh.

Reporter : May
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan