ACEH UTARA, Sabtu (31/5) suaraindonesia-news.com – Diduga kuat adanya cawe cawe Kepala Desa/ Geuchik Gampong Meunasah Manyang Kecamatan Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara, kabarnya Ketua Kelompok Brigade Pangan Rumoh Geudong secara mengejutkan mengundurkan diri.
Untuk mendapat kebenaran informasi pengundurkan diri, saat dihubungi Media Jumat (30/5) Ketua BP Rumoh Geudong Khairul Amri, membenarkan atas pengunduran dirinya dari ketua BP
“Iya benar, tanggal 7 mei saya sudah menyampaikan surat pengunduran dihadapan petugaa penyuluh BPP, Geuchik Meunasah Manyang dan Geuchik Buket Seuntang,” ungkap Khairul Amri.
Menurut Khairul Amri, alasan pengunduran diri disebabkan dirinya melihat tidak lagi sejalan dengan prinsip dan semangat pembentukan Brigade Pangan yang digagas oleh Kementrian Pertanian.
“Dalam pelaksanaan tidak lagi sesuai SOP, jadi untuk apa kita bertahan,” ujar Khairul Amri.
Menurut informasi sumber lain yang diperoleh media ini, pengunduran diri Ketua BP, dikarenakan adanya cawe cawe atau intervensi yang dilakukan untuk kepentingan pribadi Geuchik Meunasah Manyang.
“Bukan hanya soal diminta fee dari hasil keuntungan operasi mesin combine dan traktor, akan tetapi dalam pengelolaan alsintan bantuan Kementan tersebut diambil alih oleh Geuchik,” beber sumber yang minta namanya dirahasiakan.
Sumber menambahkan, Geuchik Murdani menyewa alsintan kepada Agen keluar daerah, tanpa sepengetahuan pengurus Brigade Pangan.
“Pengurus BP hanya sebagai formalitas, sementara alat combine, traktor dan hand traktor dikelola oleh Geuchik, saat disewakan ke agen luar daerah tanpa sepengetahuan pengurus,” tambahnya.
Media Suaraindoenesianews.com, sebelumnya edisi (6/01/2025) pernah memberitakan, Geuchik Meunasah Manyang, Murdani melakukan pemecatan terhadap Muhammad Darwis dan 4 anggota BP Rumoh Geudong, karena dianggap tidak sejalan dengannya, untuk mencari keuntungan pribadi dari bantuan kementan RI.
Geuchik Gampong Manyang Murdani saat dikonfirmasi membantah alasan pengunduran ketua BP disebabkan intervensi dirinya.
“Saya tidak ada kepentingan dengan aset BP, dia (Khairul Amri) mundur karena tidak ada waktu untuk bekerja, karena sibuk dengan kegiatan dagang di pasar,” jelas Murdani.
Karena tidak bisa hadir setiap ada rapat, menjadi salah satu kendala pihak Balai Penyuluh Pertanian(BPP), sehinga dia memilih untuk mundur.
“Ada bukti surat pengunduran diri, bahkan membuat vedeo saat menyampaikan pernyataan mengundurkan diri dalam pertemuan yang di hadiri Geuchik Lhok Seuntang dan Penyuluh,” pungkas Murdani.












