Tak Pedulikan Pandemi Covid-19, Petani Tembakau Sampang Tetap Tanam ‘Daun Emas’ Tembakau

oleh -38 views
Pandemi Covid-19, petani tetap mulai tanam tembakau di musim tanam tahun ini. (Foto: Nor/SI)

SAMPANG, Minggu (5/7/2020), suaraindonesia-news.com—Pandemi Covid-19 rupanya tidak menyurutkan para petani tembakau di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, untuk memulai masa tanam ‘daun emas’ tembakau, pada musim tanam tahun ini. Terbukti, saat ini banyak petani tembakau sudah turun ladang menanan tembakau. Mereka seakan memastikan, bahwa waktu tanam tembakau tahun ini akan berlangsung sesuai musimnya.

Pantauan dilapangan, sebagian petani ada yang sudah menanam tembakau dan ada juga petani lainnya tengah mempersiapkan lahan untuk tanam tembakau. Para petani berharap hasil panen tembakau tahun ini melimpah sesuai harapan, walaupun di tengah pandemi Covid-19. Para petani menyampaikan, adanya wabah Covid-19 tak berpengaruh terhadap aktivitas mereka.

Rohman (53) salah satu petani tembakau asal Dusun Glugur, Desa Kodak, Kecamatan Torjun menuturkan, meskipun kondisi saat ini memang sedang kurang mendukung, namun petani tetap optimis menanam tembakau.

“Mayoritas petani di sini sudah mulai tanam tembakau. Tidak ada petani tembakau yang beralih ke tanaman yang lainnya saat memasuki musim tanam tembakau,” ucapnya kepada suaraindonesia-news. com, Minggu (05/07/2020).

Memang diakuinya, di tengah pandemi Covid-19 ini, semua perekonomian sudah terlihat mulai lesu. Harga-harga bahan pokok (sembako) naik, namun harga jual produksi dari petani justru turun drastis.

“Apa sebabnya saya juga tidak paham, saat ini harga jual cabai saja turun drastis,” keluhnya.

Kondisi ini lanjutnya, justru semakin membuat petani semakin optimis untuk menanam tembakau, sebab tembakau menjadi salah satu tanaman andalan bagi petani.

“Kami tetap ke ladang mengurus tanaman, tidak terpengaruh dengan adanya virus corona, jadi tanam tembakau pasti akan tepat waktu, sesuai musimnya,” ujarnya.

Menurutnya, petani tembakau justru lebih khawatir jika pabrik rokok tidak bersedia menyerap tembakau hasil panen petani. Atau kalaupun melakukan pembelian namun dengan harga murah karena terdampak kenaikan cukai rokok beberapa waktu lalu. Ia berharap persoalan ini bisa teratasi saat menjelang panen.

“Kami juga sangat berharap cuaca tahun ini mudah-mudahan baik untuk tanaman tembakau sehingga bisa menghasilkan tembakau dengan kualitas baik dengan harga tinggi,” pungkasnya.

Reporter : Nora/War
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *