Tak Manfaatkan Aset yang Ada, BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli Memilih Sewa Kantor

oleh -135 views
Aset BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli yang tidak di manfaatkan.

GUNUNGSITOLI, Selasa (29/12/2020) suaraindonesia-news.com – BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli lebih memilih sewa kantor di banding memanfaatkan asetnya sendiri yang dapat di bangun kantor.

Diketahui BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli memiliki aset berupa gedung di lahan berukuran kurang lebih 240 meter persegi yang terletak di Desa Fodo, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Salah seorang masyarakat yang tidak ingin di sebut namanya dalam pemberitaan ini mengungkapkan kekecewaannya kepada BPJS Kesehatan karena pindah kantor dari kantor yang di sewa ke kantor lain yang masih di sewa juga.

“Saya heran kenapa BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli tidak membangun atau pindah di tempat yang dia miliki sendiri, justru pindah dari kantor yang di sewa ke kantor lokasi yang berbeda tapi juga di sewa,” ucapnya.

Perbulan Oktober 2020, BPJS Kesehatan dikabarkan pindah gedung dan melayani peserta BPJS Kesehatan di Desa Miga, Kota gunungsitoli. Semula BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli berkantor di Jalan Diponegoro, Desa Sifalaete, Kota Gunungsitoli. BPJS Kesehatan sudah mengumumkan pindah kantor melalui spanduk yang dipasang di lokasi kantor lama selama dua bulan. Namun perbincangan ditengah masyarakat bukan soal pindah kantor yang hanya berjarak kurang lebih 500 meter, tetapi alasan mengapa BPJS Kesehatan lebih memilih menyewa gedung dibandingkan harus memanfaat lahan milik BPJS Kesehatan sendiri.

Tanah milik BPJS Kesehatan yang beralamat di Desa Fodo, Kota Gunungsitoli terkesan terlantar, padahal bisa saja dimanfaatkan sebagai kantor. Dengan kondisi yang sudah beroperasi selama kurang lebih 6 tahun di Gunungsitoli, dengan biaya sewa kantor yang pasti mencapai angka puluhan juta, sangat disayangkan jika BPJS Kesehatan tidak memanfaatkan lahannya sendiri.

Jika dikalikan dengan lamanya masa operasional kantor BPJS Kesehatan di Gunungsitoli, angkanya sudah mencapai ratusan juta. Angka ini mungkin bisa dimanfaatkan untuk membenahi pembangunan kantor BPJS Kesehatan yang dinilai tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Kondisi tanah yang tidak dimanfaatkan ini sudah berlangsung kurang lebih 6 tahun belakangan. Hanya ada papan pengumuman kepemilikan tanah dan gedung tua dengan kondisi bagunan tidak terawat dan dinding serta atap yang sudah hancur dibeberapa sisi bangunan gedung. Tentunya harus ada perhatian khusus BPJS Kesehatan akan kondisi bangunan yang berdiri di lahan seluas 240 Meter persegi itu.

Sementara pihak BPJS Kesehatan saat di konfirmasi menyatakan belum bersedia memberikan tanggapan.

“Saat ini belum ada yang bisa kami tanggapi,” jawab Triyanto Jeremia saat di hubungi melalui sambungan teleponnya.

Reporter : Topan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *