Reporter: Jar
SUMENEP, Selasa (30/5/2017) suaraindonesia-news.com – Kunjungan Kerja (Kungker) Anggota DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, ke berbagai daerah selama kurang lebih 2,5 tahun belakangan ini gencar di lakukan meskipun dana anggaran untuk Kungker yang di kucurkan oleh pemerintah setempat belum bisa cair dan hahkan hingga sampai saat ini, dana kungker tersebut harus di talangi oleh Ketua DPRD Sumenep yang mencapai Rp 800 juta.
“Dana talangan untuk kungker tersebut yang mencapai kurang lebih 800 juta selama 2,5 tahun ini merupakan dana pribadi saya diambil dari kekayaan saya sendiri,” kata Ketua DPRD Sumenep Herman Dali Kusuma saat di temu di ruang kerjanya, Selasa (30/05/2017).
Menurutnya, secara aturan kata Herman, pemberian dana talangan diperbolehkan, karena bersumber dari dana pribadi.
Dengan demikian, dampak dari pemberian dana talangan tersebut pihaknya mengaku sering berseteru dengan keluarganya.
“Ini bukan karena politisi melainkan karena panggilan jiwa. Dengan harapan semua agenda kedewanan tetap jalan semua, meskipun saya selalu bersiteru dengan keluarga saya sendiri,” ucapnya.
Lanjut Herman, Sementara anggaran kunker yang disediakan oleh pemerintah baru bisa dicairkan setelah surat pertanggung jawaban (SPJ) selesai.
“Intinya, kalau SPJ sudah selesai iya anggaran baru bisa dicairkan,” jelasnya.












