Tak Hanya Dihantam, Wartawan Suara Indonesia Juga Diancam Akan Di Bunuh

oleh -8 views
Kiri petugas Bayanmas polres Raja Ampat, Brigadir Egar G. Iskal, Kanan Zainal Laadala Wartawan korban penganiayaan, saat melapor di Polres Raja Ampat

Raja Ampat, Suara Indonesia-News.Com – Zainal Laadala, jurnalis yang dihantam George Kaisepo, ajudan Seroyer Elisa, S. Sos PJ. Bupati Ampat, Kabupaten Raja Ampat, Sabtu (26/12/2015) mengalami luka memar di bagian muka kiri dan kanan.

Tidak hanya pukulan saja yang di terima wartawan namun ajudan PJ. Bupati Raja Ampat, Seroyer Elisa,S.Sos juga mengancam akan membunuh dan mengancam wartawan tidak boleh ke kantor Bupati.

“Awas jika saya melihat kamu di  kantor Bupati,” ujar Zainal Laadala menirukan ancaman George.

Peristiwa naas tersebut berawal saat wartawan Suara Indonesia mendapatkan telephon dari Pj. Bupati Raja Ampat, Seroyer Elisa untuk datang ke wisma rumah jabatan di jln perumahan 10 pada siang hari, sekitar pukul 11.20 wartawan suara indonesia menuju kediaman rumah jabatan Seroyer Elisa, namun karena dipenjagaan tidak ada petugas yang menjaga, akhirnya wartawan menelpon Pj. Bupati Seroyer Elisa,S.Sos untuk memberikan informasi bahwa ia telah tiba. Seroyer Elisa menjawab untuk menunggu.

Surat tanda laporan Polisi
Surat tanda laporan Polisi

Karena tidak ada tempat duduk, akhirnya wartawan duduk di pos penjagaan, kemudian datang pelaku penganiayaan George Kaisepo, dan bertanya kepada wartawan, “ada perlu apa ya? dengan nada kencang, wartawan menjawab, “saya di telephon oleh pak Bupati untuk datang”. namun George Kaisepo mengatakan lain kali jangan begitu main masuk saja, wartawan menjelaskan, “sebelum masuk saya sudah telephon beliau dan pak Pj. Bupati menyuruh saya menunggu, kalau bapak tidak percaya silahkan tanyakan langsung ke beliau supaya lebih jelas,”. Jawab sang wartawan, namun George Kaisepo tidak menerima perkataan wartawan.

Karena  Situasi memanas, wartawan mengatakan kalau begitu saya pulang saja, namun George mengatakan bapak tunggu dulu saya lapor bapak dulu, tetapi wartawan memilih tidak mau bertemu lagi, Sehingga George naik pitam dan memukul wartawan sebanyak dua kali kebagian muka kiri dan kanan dan bukan pukulan saja yang di terima wartawan namun ajudan Pj. Bupati Raja Ampat, Seroyer. Elisa,S.Sos juga mengancam mau membunuh dan mengancam wartawan tidak boleh ke kantor Bupati sembari berkata “awas jika saya melihat kamu di  kantor Bupati,”uancam George Kaisepo.

“Beruntung pada saat peristiwa pemukulan  ada petugas Satpol PP yang melerai,”jelas Zainal Korban penganiayaan.

Usai kejadian tersebut, Zainal (Korban Penganiayaan/Wartawan Suara Indonesia,red) langsung melaporkan kejadian tersebut ke mapolres Raja ampat sekitar pukul 11.40 wit, dengan Surat tanda laporan Polisi.No STPL/139/XII/2015/SPKT.

Sementara Kapolres Raja Ampat AKBP. Edfrie Maith, SIK, saat di konfirmasi melalui Hand Phone genggamnya mengatakan, dirinya belum mngetahui kejadian tersebut.

“Saya belum mendapatkan laporan atas peristiwa tersebut, segera saya konfirmasi dulu,”kata AKBP. Edfrie Maith, SIK, Kapolres Raja Ampat. (Redaksi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *