Tak Bisa Kerja Maksimal, Keberadaan Wartawan Jadi Alasan Setkab Sumenep

oleh -5 views
Kiri, Muh Ardjuhadi, Staf Perekonomian Setkab Sumenep

Sumenep, 01/08/2016 (Suaraindonesia-news.com) – Berbagai alasan untuk menghindari wartawan seringkali terjadi dilingkungan pemerintahan termasuk di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Seperti pernyataan yang di ucapkan Muh Ardjuhadi, Staf Perekonomian Setkab Sumenep, Madura, Jawa Timur yang mengaku dirinya merasa risih dengan keberadaan awak media. Menurutnya, wartawan selama ini menjadi penyebab tidak maksimalnya dalam bekerja.

“Kami tidak bisa bekerja maksimal, karena terlalu banyak wartawan yang meminta konfirmasi kesini,” terang Hadi sapaan akrab Muh Ardjuhadi kepada sejumlah wartawan.

Namun ia mengaku tidak alergi terhadap para wartawan, hanya saja, ia merasa risih atas keberadaan para awak media tersebut.

“Kami tidak alergi wartawan, cuman merasa risih saja, apalagi pertanyaannya kerap kali menyudutkan,” imbuhnya dengan raut sinis.

Sebelumnya, sejumlah wartawan hendak wawancarainya, terkait terkait persoalan realisasi raskin tahun 2016 ini.

“Kami kesana hanya ingin konfirmasi urusan raskin saja, namun pak Muh. Ardjuhadi malah mengeluarkan pernyataan yang sangat menyinggung perasaan kami selalu pekerja media,” terang Ahmadi Muni.

Menurut wartawan Berita Fajar ini, pernyataan tersebut sangat tidak pantas disampaikan seorang pejabat kepada pekerja media.

“Kami saja diperlakukan seperti itu, apalagi masyarakat biasa,” tukasnya menyesalkan pernyataan tersebut.(Zai).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *