Tahun Baru Imlek 2571, Momentum dalam Menjaga Toleransi Umat Beragama

oleh -56 views
Umat Buddha saat melaksanakan peribadatan.

SUMENEP, Sabtu (25/1/2020) suaraindonesia-news.com – Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2571 di Kelenteng Pao Sian Lin Kong yang terletak di Jalan Slamet Riyadi No. 27 Desa Pabian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, berlangsung dengan lancar meskipun penuh kesederhanaan, Jumat (24/1) sekira pukul 22.00 Wib.

Malam tahun baru Imlek merupakan salah satu perayaan yang menjadi kesempatan bagi keluarga yang ada diluar kota dan pulang untuk berkumpul bersama keluarga. Perayaan tahun baru Imlek kali ini di Kelenteng Pao Sian Lin Kong hanya diikuti 24 orang.

rencana peribadatannya dilaksanakan pukul 23.00 sampai 00.00 Wib.

Dalam perayaan menyambut tahun baru Imlek ini juga dihadiri semua tokoh lintas agama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumenep, Kapolres Sumenep, AKBP Dddy Supriadi, Dandim 0827, beserta Forkopimda.

KH. Mahfud Rahman, Ketua FKUB Sumenep menyampaikan, kedatangan FKUB ke Kelenteng Pao Sian Lin Kong untuk menyambut perayaan Imlek dan silaturrahmi kepada umat yang merayakan Imlek tahun ini.

“Dalam kesempatan ini FKUB mendatangi Kelenteng untuk silaturrahmi untuk mempererat tali persaudaraan ditengah kehidupan lintas umat beragama,” kata Ketua FKUB Sumenep.

Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriadi menyampaikan, tempat Kelenteng yang ada di Sumenep ini sangat strategis dan berdekatan dengan tempat peribadatan agama lain seperti Islam, Katolik.

“Dalam perayaan tahun baru Imlek ini jamaah di Kelenteng Pao Sian Lin Kong hanya diikuti 24 diantara mereka ada yang pindah agama karena tragedi nasional dimasa lampau, dan sebagian lainnya mudik ke rumah mereka masing-masing di luar kota,” jelasnya.

Ketua Yayasan Kelenteng Pao Sian Lin Kong, Seno mengatakan, perayaan ini merupakan suatu kegembiraan bagi umat beragama Buddha, yang mana pada perayaan tersebut menjadi momentum untuk berkumpul bersama keluarga.

“Perayaan ini sama juga dengan hari besar agama lain seperti agama Islam yang setiap tahunnya mudik bersama bertujuan ingin berkumpul bersama keluarga, diagama Buddha ada Imlek yang mana tujuannya juga sama,” ungkap Ketua Yayasan Kelenteng.

Lanjut Seno, toleransi agama di Kelenteng Pao Sian Lin Kong memang sangat baik, hal itu bisa kita lihat dari tiga tempat peribadatan lintas beragama yang ada di wilayah Desa Pabian terlihat sangat berdekatan.

“Mungkin ini hanya ada di Sumenep, dari tiga tempat peribadatan seperti, Islam, Katolik, dan Buddha lokasinya sangat berdekatan, disini dari tiga agama umatnya paham betul dengan toleransi umat beragama, sehingga saling menghargai satu sama lain,” tandasnya.

Dengan menyambut perayaan tahun baru Imlek ini, kehadiran dari semua pihak sangat berterima kasih atas kunjungannya, khusunya Kapolres Sumenep, Dandim 0827, beserta Forkopimda.

Reporter : Dayat
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *