Tagar 2019 Ganti Presiden Ramai di Medsos, Ini Pendapat Projo Mamasa - Suara Indonesia
Berita UtamaPolitikRegional

Tagar 2019 Ganti Presiden Ramai di Medsos, Ini Pendapat Projo Mamasa

Avatar of admin
×

Tagar 2019 Ganti Presiden Ramai di Medsos, Ini Pendapat Projo Mamasa

Sebarkan artikel ini
aaaa 1
Tagar #2019 Ganti Presiden, Medsos, Projo Mamasa, #2019TetapJokowi, Berita Mamasa

MAMASA, Sabtu (8/9/2018) suaraindonesia-news.com – Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, perang tagar atau hastag antara pendukung calon presiden mulai berlangsung di media sosial (Medsos). Ada dua hastag terkait pilpres 2019 yang cukup mendominasi di medsos, yakni #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi.

Perang hastag ini, kini mulai mendapat tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat dan politisi hingga di pelosok Negeri.

Di kabupaten Mamasa salah satunya, hastag ganti presiden mendapat tanggapan dari ketua projo kabupaten Mamasa, Sandhy. Dia menilai jika dilihat dari kacamata bahasa dan hukum kata ganti itu memiliki makna yang sangat besar.

“Pemahaman saya kata mengganti itu memang tidak pantas untuk digunakan karena ini bukan benda atau apapun namun ini adalah kepala negara, jadi saya sangat tidak setuju dengan gerakan tagar ganti Presiden 2019,” Kata Sandy saat di temui di salah satu warkop miliknya di kota Mamasa, Sabtu (08/09).

Lanjut Sandy, gerakan tersebut sama halnya mengganti lambang garuda atau mengganti bendera merah putih, berbeda jika gerakan itu mengatakan bahwa ganti Jokowi sebagai presiden, itu mungkin boleh-boleh saja. Tapi dengan kata 2019 ganti presiden itu benar-benar sangat tidak pantas untuk digunakan sebagai gerakan.

Baca Juga: 2 Penilik di Jember Terjaring OTT Akibat Minta Fee Bantuan PAUD

Di tempat yang berbeda David Bambalayuk, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Mamasa mengatakan, tagar #2019GantiPresiden itu hanya dikomandankan oleh segelintir orang yang tidak suka dengan pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Tapi perlu diingat bahwa mari kita berpolitik secara akal sehat, jangan samapai mengganggu lawan politik apalagi menggunakan istilah-istilah yang tidak sewajarnya,” terang David saat dihubungi melalui telepon genggamnya.

Lanjut David, kepemimpinan Jokowi selama lima tahun belakangan ini tentu tidak begitu sempurna tetapi perlu dipahami bahwa pembangunan khususnya di Kabupaten Mamasa sudah mulai merata hingga ke Desa-desa.

“Untuk itu selaku kader partai pengusung akan berusaha semaksimal mungkin bersama dengan partai pengusung yang lain serta dukungan dari Masyarakat untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Kabupaten Mamasa dengan target 70% kemenangan,” katanya.

Sementara ketua DPC Partai PPP Kabupaten Mamasa Yenni Ambriani, sangat optimis untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin dengan persentase 80%.

“Saya selaku ketua DPC Partai PPP akan konsisten dalam memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin dalam melanjutkan kepemimpinan di Indonesia, soal gerakan tagar ganti presiden 2019 itu kami tidak perduli sepanjang tidak menyinggung kader kami,” tegasnya.

Menurut dia, Jokowi adalah sosok pemimpin yang sangat merakyat dan bermasyarakat tanpa membeda-bedakan antara Suku, Ras dan Agama dan itulah jiwa pemimpin yang sesungguhnya.

“Selam kepemimpinan beliau tidak ada lagi pungutan liar dimana mana, saya kira ini merupakan gambaran kesuksesan dalam memimpin, dan itu baru beberapa saja dan masi banyak lagi kesuksesan Jokowi selama memimpin Indonesia lima tahun belakang ini,” tandasnya.

Sementara Johny Ma’dika Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Mamasa yang merupakan salah satu partai pengusung pasangan Prabowo-Sandi mengatakan, gerakan Tagar ganti Presiden 2019 itu baginya sah-sah saja karena tidak ada aturan yang melarang untuk itu.

“Bawaslu pun mengatakan bahwa itu bukan merupakan sebua pelanggaran, terkecuali jika melanggar undang-undang, ya saya kira semua orang tidak akan mendukung,” Kata Jhony.

Lanjut Jhony, gerakan tagar ganti presiden 2019 itu pihaknya sangat mendukung apalagi tidak ada aturan dan undang-undang yang melarang akan hal itu.

“Bagi saya kepemimpinan Jokowi selam ini tidak ada yang terlalu signifikan, contohnya sudah banyak aset-aset yang dipersewakan kita hanya dapat royalti, seperti yang terjadi saat ini terkhusus di wilayah Kabupaten Mamasa suda beredar lagi Alfamidi juga Indomaret yang kita ketahui itu adalah milik orang Singapura,” Jelasnya.

Lebih jauh Jhony menjelaskan, Indonesia ini harus dipimpin oleh orang yang tegas dan berani dalam mengambil segala keputusan, dan hal ini sangat dimiliki oleh Prabowo, beliau orangnya Negarawan, Bijaksana dan Tegas.

“Negara kita ini butuh pemimpin yang tegas, saya kira tidak diragukan lagi jika Prabowo akan hal ketegasan, dia sangat pengalaman mantan pimpinan pasukan elit di Indonesia (kopasus) tentu dia sudah matang, itu yang membuat Prabowo pantas menjadi seorang Presiden yang ke-8),” katanya.

Selaku ketua DPC Gerindra Kabupaten Mamasa ia menegaskan bahwa 2019 Indonesia harus mencari pemimpin baru, meskipun selama lima tahun dibawah kepemimpinan Jokowi jelas ada baiknya namun ia tetap menegaskan untuk tidak mendukung lagi.

“200% saya tidak akan pernah mendukung Jokowi lagi,” pungkasnya.

Reporter : Bung Wahyu
Editor : Amin
Publiser : Imam