Tabrakan Maut Travel vs Bus Tewaskan 5 Orang

oleh -42 views
Kondisi Mobil Travel L 300 DK 1624 DS Setelah Tabrakan. Foto, Dhonni, Suara Indonesia-News.Com

Suara Indonesia-News.Com, Banyuwangi – Tabrakan maut terjadi antara mobil travel L 300 DK 1624 DS dengan Bus Setiawan AG 7192 UA, di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Ahad dini hari (04/01/2015). Insiden itu mengakibatkan tewas 5 orang dan 12 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Tabrakan maut itu terjadi di Jalan Raya Situbondo, Dusun Krajan, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi sekitar pukul 02.30 WIB.

Kecelakaan melibatkan bus Setiawan AG 7192 UA berpenumpang 35 orang jurusan Trenggalek-Denpasar dan mobil travel L 300 DK 1624 DS berpenumpang 19 orang jurusan Denpasar- Sumenep Madura Jatim.

Seluruh korban tabrakan maut termasuk lima penumpang yang tewas berasal dari minibus atau travel. Salah satu korban tewas adalah supir travel bernama Kusnadi. Sementara dari bus Setiawan, hanya supirnya yang mengalami luka berat. Total penumpang yang mengalami luka-luka berjumlah 12 orang, 9 di antaranya luka berat dan 3 penumpang luka ringan. Seluruh korban dirujuk ke RSUD Blambangan.

“Sebagian besar penumpang mengalami luka berat di bagian kepala dan perut,” kata Yunus, petugas Unit Gawat Darurat RSUD Blambangan.

Subaidi, warga yang ikut menolong para korban tabrakan maut bercerita, 3 korban tewas di tempat dan 2 lainnya saat perjalanan menuju Puskesmas Wongsorejo.

“Semua korban luka saya selamatkan ke halaman rumah ambulans baru datang subuh,” kata Subaidi kepada Awak Media, Ahad (04/01/2015).

Tabrakan maut terjadi tepat di depan rumah Subaidi. Dia bercerita, sekitar pukul 02.30 WIB mendengar suara dentuman keras dari depan rumah. Subaidi yang sedang tidur, langsung terbangun dan melihat bus dan travel bertabrakan. Separuh tubuh travel ringsek sedangkan kerusakan bus hanya di bagian depan.

Suwarti, warga lainnya, mengatakan kecelakaan memang sering terjadi di jalan raya depan rumahnya. Dia menduga, jalan yang menikung menjadi sebab tabrakan sering terjadi.

Sementara Sukadi, supir cadangan bus, mengatakan dia tak tahu persis penyebab tabrakan maut itu. Saat insiden terjadi dia sedang tertidur dan posisi kemudi dipegang oleh Mario. “Saya sudah off dan tidur di sebelah supir yang bertugas,” katanya.

Menurut Sukadi, busnya berangkat dari Trenggalek pada Sabtu 3 Januari pukul 13.00 WIB. Karena seluruh penumpang bus selamat, mereka langsung dioper dengan bus lainnya menuju Denpasar.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Banyuwangi, Ajun Komisaris Amar Hadi, mengatakan belum mengetahui pasti penyebab tabrakan bus dan minibus. Sebab supir bus belum bisa dimintai keterangan karena mengalami patah tulang. Penumpang juga tak mengetahui karena sedang tertidur pulas saat peristiwa terjadi.

“Kondisi jalannnya menikung, diperkirakan ada kelalaian supir. Masih kami selidiki penyebabnya,” kata Amar. (Zai/Sht/Dn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *