Reporter: T2g
Bangkep, Sabtu (26/11/2016) suaraindonesia-news.com – Pimpinan perusahan media koran Banggai Pos angkat bicara tentang hasil survei Indo Barometer di Bangkep untuk pesta demokrasi pilkada 2017.
Jupri yang pernah menjadi pimpinan perusahan media koran Bangkep Pos kepada suaraindonesia-news.com, Sabtu, (26/11) mengatakan koran Banggai Pos itu sebagai acuan survei Lidik Indo Barometer sudah tidak masuk akal hingga saya memprotes hasil survei itu.
“Koran Banggai Pos sudah 12 tahun tidak aktif lagi, pada saat itu saya menjadi pimpinan perusahan di koran tersebut,” terangnya.
Untuk itu kata Jupri, agak lucu ketika survei LSI yang saat itu masyarakat Bangkep lebih memilih Lania Laosa sebagai Bupati mereka, tiba tiba ada survei Indo Barometer yang menjadikan Banggai Pos yang sudah 12 tahun kolep (tidak terbit lagi, red) di jadikan acuan mengeluarkan hasil Lania Laosa Langsung tidak di pilih masyarakat, padahal survei ini hanya menghimpun data saja tanpa turun ke lapangan untuk survei secara langsung, tutur Jupri.
Di waktu berbeda, Naumi Lania istri mantan Bupati Bangkep Lania Laosa angkat bicara, dengan lantang dan jelas Naumi mengatakan survei Indo barometer itu atas arahaan SN (inisial).
“Sespri beliau menelpon saya agar membayar 70 juta dan D (inisial) 70 juta. Tapi hasilnya justru Lania Laosa yang jatuh. Apakah ini bantuan atau jebakan,” ujar Naumi dengan nada heran.
Ia juga mengatakan sebagai aktifis anak dan perempuan akan selalu melawan segala bentuk kedloliman.
“Saya sebagai aktifis anak dan perempuan sampai mati pun tidak akan menerima pendloliman terhadap suami saya yang orangnya jujur, lugu apa adanya,” tutupnya dengan tegas.












