Subsidi Bagi Petani Organik Di Kota Batu Di Duga Diselewengkan

oleh -5 views

Suara Indonesia-News.Com, Kota Batu – Subsidi satu juta per orang yang diperuntukan bagi petani organik di Kota Batu diduga tidak sesuai atau diselewengkan,  pasalnya data jumlah petani organik di Kota Batu diduga tidak valid dan ada kecenderungan di manipulasi, ” ungkap Wijaya, Pemerhati Pertanian Organik di Kota Batu. Selasa, (03/03/2015).

Menurutnya, petani yang beralih ke pertanian organik tidak sampai sebanyak itu, kalau yang mau beralih memang banyak, namun kalau yang sudah beralih tidak sampai 900 orang, maka kata dia, perlu adanya validasi kembali agar tidak terjadi dugaan manipulasi Subsidi yang harusnya diterima petani organik adalah satu juta per orang, tetapi temuan kita ada beberapa petani yang tidak mendapatkan utuh alias di sunat, selain itu, kata dia, ada juga petani yang belum beralih tetapi namanya sudah di catut Diduga, ada permainan PPL (petugas penyuluh pertanian) yang ada di lapangan  dengan oknum Dinas Pertanian dengan maksud agar kegiatan itu mulus dilaksanakan, ” pungkasnya.

Terpisah, Ketua percepatan pertanian organik Kota Batu Endang Trisningsih mengatakan, ” Tim kami tidak masuk ke ranah dugaan manipulasi, korupsi dan sebagainya, tim ini dibentuk untuk bekerja agar mengajak petani non organik beralih ke organik.

Kemarin, kata dia, di wilayah Kecamatan Junrejo kita memberikan pemahaman kepada petani non organik agar beralih ke organik dengan berbagai kelebihannya, dari audensi itu, kata Mantan Kepala Dinkes ini, kita memberikan berbagai pengetahuan dan solusi menguntungkan jika beralih ke organik.

Mereka, kata Endang, ingin diberikan pendampingan berkelanjutan, selain pendampingan, mereka juga ingin dibantu proses pemasarannya. Dengan demikian  bisa disimpulkan bahwa mereka ingin benar benar beralih, ” pungkasnya.   (kurniawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *