BeritaKesehatanNewsPendidikan

SPPG Kamolan Blora Ganti 395 Porsi Menu Makanan Siswa Usai Temuan Satu Porsi Diduga Tidak Layak

×

SPPG Kamolan Blora Ganti 395 Porsi Menu Makanan Siswa Usai Temuan Satu Porsi Diduga Tidak Layak

Sebarkan artikel ini
IMG 20260315 203558
FOTO: Asisten Lapangan Dapur SPPG Kamolan, Deni Triono, saat klarifikasi terkait menu yang bermasalah.

BLORA, Minggu (15/03) suaraindonesia-news.com – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kamolan Blora memberikan klarifikasi terkait laporan adanya salah satu menu makanan dalam program pemenuhan gizi yang diduga tidak layak dikonsumsi di SD Muhammadiyah 1 Blora, Sabtu (14/3/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak SPPG Kamolan langsung melakukan pengecekan di lapangan serta mengganti seluruh menu makanan yang telah didistribusikan di sekolah tersebut.

Asisten Lapangan SPPG Kamolan, Denny Ekotriono, menjelaskan bahwa distribusi makanan dilakukan pada Jumat (13/3/2026) ke sejumlah sekolah yang berada dalam wilayah layanan SPPG Kamolan.

Menu yang dibagikan kepada para siswa saat itu antara lain bandeng presto dan tahu yang sebelumnya telah melalui proses pemeriksaan kualitas atau quality control.

Menurut Denny, pengawasan terhadap kualitas makanan sebenarnya telah dilakukan sejak bahan makanan diterima dari pemasok pada malam hari sebelum proses distribusi dilakukan.

“Bahan makanan tersebut sudah melalui proses quality control. Barang datang sekitar pukul 00.00 hingga tengah malam, kemudian kami lakukan pengecekan sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah,” jelasnya.

Namun setelah makanan sampai di sekolah dan dibagikan kepada siswa, pihak SPPG Kamolan menerima laporan dari salah satu sekolah bahwa terdapat item menu yang dinilai tidak layak untuk dikonsumsi. Informasi tersebut diterima pada sore hari setelah proses distribusi berlangsung.

Menanggapi laporan tersebut, tim SPPG Kamolan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa menu yang terindikasi tidak layak hanya ditemukan pada satu porsi makanan di dalam satu kelas.

“Kami menerima laporan dari pihak sekolah terkait adanya satu menu yang diduga tidak layak dikonsumsi. Setelah kami lakukan cross check di lapangan, ternyata hanya ada satu menu saja yang terindikasi bermasalah di dalam satu kelas,” kata Denny.

Meski demikian, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap program pemenuhan gizi bagi para siswa, pihak SPPG Kamolan memutuskan untuk mengganti seluruh menu yang telah didistribusikan di sekolah tersebut. Total menu yang diganti mencapai 395 porsi makanan.

“Walaupun yang terindikasi hanya satu menu, kami tetap mengganti seluruh menu yang sudah kami distribusikan di sekolah tersebut. Totalnya ada 395 porsi yang kami ganti agar semuanya tetap aman dan layak dikonsumsi oleh siswa,” ujarnya.

Denny menegaskan bahwa langkah tersebut dilakukan agar tidak ada pihak yang dirugikan, baik dari pihak sekolah, siswa penerima manfaat, maupun para wali murid.

“Kami dari SPPG Kamolan bertanggung jawab penuh atas kejadian ini. Penggantian menu dilakukan agar siswa tetap mendapatkan makanan yang layak dan berkualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa peristiwa tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pihak SPPG Kamolan, khususnya terhadap pemasok bahan makanan yang bekerja sama dalam penyediaan menu. Jika ditemukan pemasok yang tidak menjaga kualitas produk yang dikirimkan, maka kerja sama dapat dihentikan.

“Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi supplier kami. Jika supplier tidak amanah dan tidak bertanggung jawab terhadap barang yang dikirimkan, maka kerja sama dalam SPBK bisa kami putus,” jelasnya.

Sementara itu, pihak sekolah juga membenarkan bahwa temuan menu yang diduga tidak layak tersebut hanya ditemukan pada satu porsi makanan di dalam satu kelas. Meski demikian, sebagai langkah antisipasi dan tanggung jawab, SPPG Kamolan tetap mengganti seluruh menu yang telah didistribusikan di sekolah tersebut.

Penggantian menu dilakukan pada Sabtu (14/3/2026) dan telah diterima dengan baik oleh pihak sekolah maupun para wali murid. Hingga saat ini tidak ada laporan lanjutan terkait kejadian tersebut setelah seluruh menu diganti oleh pihak SPPG Kamolan.

“Alhamdulillah setelah menu diganti, pihak sekolah maupun wali murid dapat menerima dengan baik,” pungkas Denny Ekotriono.

Tinggalkan Balasan