Spesialis Jambret Jalanan di Pasuruan Timur Berhasil Diringkus Sat Reskrim Polres Pasuruan Kota, 2 Temannya DPO

oleh -36 views
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, S.Ik, M.Si, saat menggelar Press Release di Joglo Polres Pasuruan Kota, Senin (18/1/21).

PASURUAN, Senin (18/1/2021) suaraindonesia-news.com – Misto, pemuda asal Keluarahan Grati Tunon Kecamatan Grati Pasuruan, ternyata adalah pemuda yang selama ini meresahkan para pengguna jalan di wilayah Pasuruan bagian timur. Pemuda 28 tahun itu berhasil diamankan oleh Tim Resmob Suropati Sat Reskrim Polres Pasuruan Kota di sebuah rumah yang terletak di Dusun Buntalan Desa Kedawung wetan Kecamatan Grati Kabupaten Pasuruan.

“Dia bersama 2 temannya yang saat ini masih DPO ini sering melakukan penjambretan terhadap korban yang sedang melakukan perjalanan, baik sedang jalan kaki maupun dengan menggunakan kendaraan bermotor. Mereka menjambret handphone ataupun tas yang dipegang korban pada saat berkendara di jalan, sehingga dapat mengakibatkan pengendara atau korban bisa terjatuh dan mengalami luka, sehingga kami terapkan pasal 365 ayat 2 subsider 365 ayat 1 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” Ucap Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, S.Ik, M.Si, saat menggelar Press Release di Joglo Polres Pasuruan Kota, Senin (18/1/21).

Dijelaskan Arman, para pelaku ini telah melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas), sudah 13 kali di wilayah hukum Polres Pasuruan kota.

“Dari 13 aksi yang dilakukan tersangka, ada sejumlah laporan yang masuk, diantaranya pada 18 dan 28 Agustus 2020 TKP Rejoso, 13 November 2020 TKP Rejoso dan 4 Desember 2020 Rejoso dan 7 Januari 2021 Rejoso,” Tambah Arman.

Barang-barang hasil jambretan ini, kata Arman, oleh tersangka dijual Satoha (23) yang juga turut diringkus polisi.

Bukti yang berhasil diamankan, yakni Handphone (HP), buku tabungan dan satu pelaku juga diamankan petugas atas nama SS yang merupakan penadah dari hasil barang curian yang dilakukan Misto.

Selain itu, dikatakan Kapolres bahwa ada pelaku lain yang merupakan komplotan Misto, yakni DN dan DS dalam kasus curas tersebut yang masih dalam pengejaran petugas (DPO).

Adapun 13 TKP yang menjadi wilayah operasinya adalah Timbangan Rejoso sebanyak 4 kali, kemudian di Terminal baru, desa Tambakrejo, Patal Grati, Blandongan, Sidogiri, Sambirejo, Depan PLN Grati dan Depan SDN, Kedungbako Rejoso, Kemantren dan jalan raya depan Pondok Metal.

“Rata-rata pelaku melakukan aksinya di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, dan semua korbannya adalah perempuan,” Ungkap Arman.

Reporter : M. Taufiq
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *