BANGKALAN, Minggu (03 September 2017) suaraindonesia-news.com – Berbagai cara ummat Islam dalam memperingati hari raya idul adha qurban 1438 H / 2017, seperti yang dilakukan oleh Sekolah Menengan Pertama (SMP) Negeri 4 Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur dengan cara memotong dua ekor sapi qurban.
Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Kabupaten Bangkalan Herman Setiawan, menuturkan kegiatan pemotongan hewan qurban disekolahnya merupakan implementasi dari salah satu poin pada mata pelajaran agama Islam.
“Pendidikan Qurban itu bukan hanya disampaikan namun ya diimplementasikan dalam kehidupan keseharian kita, ya seperti pada momentum hari raya idul adha ini,” katanya menuturkan.
Pemotongan hewan qurban yang dilakukan keesokan dari hari raya idul adha tersebut tepatnya pada sabtu (02/09) melibatkan semua elemen dari anggota SMPN 4 Bangkalan mulai dari dewan guru, siswa beserta pegawainya bertujuan meningkatkatkan rasa iman dan taqwa pada Allah SWT.
“Pendidikan Qurban bertujuan untuk menanamkan iman dan taqwa siswa serta seluruh anggota civitas SMPN 4 dengan cara merealisasikannya (pendidikan qurban, Red) secara langsung pada waktu setiap hari raya idul adha, dan alhamdulillah selama tiga tahun berturut turut kami telah mempu melaksanakan pemotongan hewan qurban berupa dua ekor sapi setiap tahunnya,” Jelas Herman.
Herman juga mengatakan bahwa penyembelihan hewan qurban disekolahnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bentuk upayanya selaku kepala sekolah dalam merealisasikan pendidikan secara utuh baik pada kalangan guru dan karyawan khususnya pada siswa.
“Pada mapel agama sebelumnya sudah disampaikan pelajaran mengenai latar belakang dan sejarah qurban pada siswa sehingga pada momentum hari raya qurban dipergunakan dalam merealisasikannya,” tutur Herman.
Selain hal itu Herman juga menceritakan bahwa pelaksanaan qurban disekolahnya dilatarbelakangi dari inisiatif kalangan guru yang ingin setiap tahun melaksanakan ibadah qurban dan bisa berbagi daging dengan masyarakat sekitar sekolah.
“Ini merupakan inisiasi kami selaku dewan guru SMPN 4, jadi memang tidak semua sekolah melaksanakannya sehingga kalau disekolah lain ada yang ia dan tidak. karena hal ini juga menjadi bentuk tauladan kita pada keimana yang ditunjukkan oleh nabi Ibrahim dan nabi Ismail,” tukasnya. (Anam)












