SMA Petra 2 Surabaya Juarai Olimpiade Pendidikan Perbankan Pertama di Indonesia

Reporter: Cahya

Jakarta, Rabu (28/12/2016) suaraindonesia-news.com – SMA Petra 2 Surabaya berhasil menjuarai Sampoerna Business Olympic (SBO) yang diadakan di Jakarta. Olimpiade ini diikuti oleh total 90 orang pelajar SMA dari berbagai kota dari Aceh, Palembang, hingga kota-kota di Jawa. SBO merupakan olimpiade perbankan pertama di Indonesia yang diadakan sebagai bagian dari program edukasi keuangan yang diadakan oleh Bank HSBC dan Putera Sampoerna Foundation melalui Sampoerna University.

“Kompetisi ini merupakan bagian dari program jangka panjang Pendidikan Perbankan dan Keuangan yang diadakan HSBC Indonesia bersama Putera Sampoerna Foundation (PSF) melalui Sampoerna University yang bertujuan untuk memotivasi generasi muda agar menjadi bankir profesional di tingkat global,” ujar Nuni Sutyoko, Senior Vice President and Head of Corporate Sustainability HSBC Indonesia.

Bambang Setiono Ph.D., Dosen Sampoerna University mengatakan Sampoerna Business Olympic (SBO) adalah bagian dari usaha membangun ketertarikan anak muda kepada edukasi keuangan dan perbankan.

“Kami berharap para peserta nantinya bisa lebih antusias untuk mempelajari industri perbankan karena industri ini dapat membantu banyak orang meningkatkan kesejahteraan. Berawal dari kompetisi ini, kami juga berharap mereka bisa menjadi bibit bankir Indonesia yang siap menghadapi persaingan global,” ujar Bambang.

SMA Petra 2 Surabaya menjuarai SBO setelah melewati tahapan tes online, pembuatan video kreatif dan grand final, termasuk debat terkait perbankan dalam Bahasa Inggris. Dalam pembuatan video kreatif di awal kompetisi, SMA Petra 2 menggarisbawahi edukasi keuangan bagi kalangan UMKM.

“Melalui video ini, kami ingin menyampaikan pentingnya inisiatif mendorong penetrasi kredit secara maksimal di kalangan UMKM,” ujar Ivan Kuswariyanto, salah seorang anggota tim Petra 2. Anggota lainnya adalah Dicky Reyhan Wibisono dan Debora Natasia Gunawan.

Ivan mengaku, olimpiade ini sangat menantang dirinya dan tim.

“Ada satu tahapan dimana kami tidak boleh menggunakan kalkulator sama sekali dalam mencari jawaban tes, ditambah waktu yang sangat terbatas. Kami lumayan deg-degan saat final, karena lawannya pinter-pinter semua. Apalagi ada sesi dimana kami harus beradu debat dengan lawan menggunakan bahasa Inggris. Menantang sekali,” ujarnya.

Menjelang final, para finalis juga sempat dikarantina oleh penyelenggara guna menyiapkan strategi saat akan berkompetisi. Ivan mengaku mendapat banyak pengalaman berharga saat mengikuti seluruh tahapan olimpiade, termasuk saat karantina.

“Ini merupakan pengalaman pertama kami mengikuti perlombaan mengenai perbankan. Di Olimpiade ini, wawasan kami menjadi lebih luas mengenai perbankan dan UMKM. Waktu karantina, kami bisa berinteraksi dengan peserta lain dan saling bertukar pikiran. Di situlah, kami membangun strategi-strategi supaya bisa menang saat kompetisi dan debat,” ujarnya.

Pemenang kedua SBO diraih SMAN 8 Yogyakarta dan juara ketiga diraih SMA Unggulan MH. Thamrin Jakarta. Para pemenang mendapatkan penghargaan berupa medali juara serta hadiah tabungan pendidikan sebesar Rp 25 juta untuk pemenang utama, Rp 15 juta untuk pemenang kedua, dan Rp 10 juta untuk pemenang ketiga.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here