SAMPANG, Minggu (8/2) suaraindonesia-news.com – Keteguhan dan keberanian wali kelas 5 dan 6 serta siswanya SDN Margantoko 1 Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM), sungguh luar biasa. Bagaimana tidak, setiap hari mereka dipenuhi rasa khawatir dengan kewaspadaan tinggi, takut ruang kelasnya ambruk.
Kenyataan itu, diungkapkan Rudi Mahawan wali kelas 5 pada media ini, Sabtu (7/2), kemarin. Dikatakannya, setiap melaksanakan kegiatan belajar mengajar rasa khawatir menghantui, karena takut ruang kelas tiba-tiba ambruk. Sehingga, kami selalu waspada tingkat tinggi untuk menjaga keselamatan siswa.
“Siswa kelas 5 dan 6 sangat terpaksa menempati ruang kelas yang sudah hampir ambruk. Karena, sudah tidak ada ruangan lagi untuk kegiatan belajar mengajar,” ungkap Rudi Mahawan.
“Jadi setiap hari mengajar tidak fokus. Karena dihantui rasa takut ruang kelasnya ambruk,” imbuhnya.
Dikatakannya, diruang kelas 5 semua plafon ruangan sudah berjatuhan dan atap berlubang. Sedangkan kuda kuda bangunan sudah dimakan rayap. Bahkan, kusen pintu dan jendelanya hancur dimakan rayap.
“Jujur saja, ruang kelas 5 dan 6 ini sudah sangat tidak layak digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar, karena tinggal menunggu ambruk saja. Tapi mau bagaimana, sudah tidak ada lagi ruangan yang bisa ditempati untuk KBM,’ tandasnya.
Masih menurut Rudi, jika ada hujan besar kegiatan belajar mengajar dihentikan dan siswa dipindah ke ruang perpustakaan untuk berteduh. Karena ruang kelas bocor dan dikhawatirkan ambruk.
“Keselamatan siswa yang utama, karena ini tanggung jawab kami selaku wali kelas,” pungkasnya.
Ungkapan senada juga disampaikan Joko Suswantoro wali kelas 6. Menurutnya, sangat tidak nyaman melaksanakan kegiatan belajar mengajar diruang kelas yang sudah tidak layak ditempati karena hampir ambruk.
“Rasa takut selalu menghantui setiap hari, karena khawatir ruang kelas ambruk. Apalagi, diruang sebelah yang berdempetan dengan kelas 6 sudah ambruk. Sehingga, keselamatan siswa saat ada disekolah tanggung jawab kami,” ungkapnya.
Melihat kenyataan itu, kepala sekolah SDN Margantoko 1 Suranta meminta pada Dinas Pendidikan Sampang, memperhatikan agar dapat dana rehab ruang kelas yang rusak berat dan ambruk. Karena, kondisi kegiatan belajar mengajar sangat memprihatinkan dan menyedihkan. Sehingga, masyarakat enggan memasukkan anaknya disekolah ini.












