Siswa Diliburkan, Yahya Boh Kaye Kritik Cara Dinas PK dan Tim Gugus Tugas Dalam Penanganan Covid-19

oleh -365 views
M.Yahya Ys, Anggota DPRK Aceh Timur.

ACEH TIMUR, Minggu (20/09/2020) suaraindonesia-news.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur meliburkan sekolah di 7 Kecamatan dari 24 Kecamatan, adapun Kecamatan yang diliburkan meliputi Kecamatan Peureulak, Madat, sejak tanggal 14-24 September, kerena terjadinya potensi peningkatan yang terpapar covid-19.

Anggota DPRK Aceh Timur M.Yahya, Ys, sapaan akrab Yahya Boh Kaye menilai kebijakan meliburkan sekolah sangat kontra produktif dengan pola pencegahan dan penanggulangan Covid-19, dengan meliburkan sekolah apakah sudah maksimal dalam penanganan Covid-19.

“Kita sangat heran dan aneh atas kebijakan yang meliburkan sekolah, padahal disekolah telah dianggarkan dana untuk pencegahan Covid-19 dari berbagai sumber, baik dana BOS maupun dana bantuan Afirmasi untuk pengadaan masker, sanitazer dan disinfektan dan lainnya,” katanya.

Lagi pula kata dia, disekolah ada guru yang mengawasi dan memberikan sosialisasi dan mengajarkan supaya siswa mengikuti protokoler kesehatan menggunakan masker, menjaga jarak dan cuci tangan, dan itu sudah dilakukan di sekolah-sekolah.

“Akibat siswa libur sekolah anak-anak semakin tertinggal dalam pendidikan, belajar di rumah tidak akan maksimal, bahkan anak-anak larut dan sibuk bermain game di warung-warung yang memiliki wifi internet, jika terus diliburkan bagaimana nasib pendidikan kedepan,” ujar Yahya Boh Kaye.

Menurutnya, bila dikatakan belajar secara daring apa betul ada dilaksanakan, lalu apa semua siswa punya android, gimana dengan anak keluarga miskin. pengakuan beberapa nasyarakat beberapa minggu lalu pihak sekolah pernah menyuruh orang tua murid menanda tangani surat pernyataan di atas materai 6000 mendukung anak nya belajar di sekolah atau belajar di rumah, sebagian besar orang tua murid memilih belajar di sekolah.

“Jika siswa diliburkan sekolah, terus buat apa anggaran untuk penanganan Covid-19 di sekolah, ini sangat aneh, apa kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak punya cara lain, selain meliburkan sekolah,” sergahnya.

Politisi Partai Aceh ini juga mempertanyakan pola penanganan Covid-19 yang dilakukan Tim gugus Tugas Covid-29 Aceh Timur, penerapan disiplin dan sanksi kepada masyarakat yang melanggar prokes yang tidak menggunakan masker.

“Lalu bagaimana dengan kantor Pemerintah di Aceh Timur, hampir semua westafel kosong tidak ada air di kantor-kantor dinas, malah tempat cuci tangan seperti tempat buang sampah,” tuding Yahya Boh Kaye.

“Sekian banyak cara yang telah dilakukan dalam penanganan Covid-19 yang telah dilakukan oleh Tim gugus apakah harus dengan cara meliburkan sekolah, sedang banyak kegiatan keramaian lain nya begitu bebas,” tukasnya.

Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Aceh Timur, Saiful Basri, S.Pd, M.Pd saat dikonfirmasi media ini membantah pihaknya telah meliburkan sekolah.

“Kita tidak meliburkan sekolah hanya untuk tujuh kecamatan yg statusnya sudah oranye kita liburkan, hal itu berdasarkan informasi dari juru bicara tim gugus covid19 Aceh tmTimur dr Edy Gunawan. Maka kami mengambil sikap untuk mengurangi resiko terpapar covid” jelas Saiful. Minggu (20/09).

Sedangkan sistim pembelajaran dari tatap muka dirubah kepada daring sampai tanggal 23 September, setelah itu apabila kondisi nya sudah lebih baik kita kembalikan lagi ke proses pembelajaran tatap muka secara langsung.

“Sementara 17 Kecamatan yg lain masih tetap belajar tatap muka, jadi tidak ada yg di liburkan,” sebutnya

Ia mengaku bahwa pihaknya juga menghimbau agar wali siswa memiliki peran aktif untuk mengawasi dan membimbing anak nya belajar secara daring dan berkoordinasi dengan pihak sekolah.

“Satuan pendidikan juga terus meningkat kan pelayanan pendidikan dengan mengedepankan protokol kesehatan,” tutup Saiful.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *