Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaKesehatanPemerintahanRegional

‎“Siput Daku Rindu”, Inovasi Puskesmas Rubaru Permudah Deteksi Dini TBC di Posyandu

Avatar of admin
×

‎“Siput Daku Rindu”, Inovasi Puskesmas Rubaru Permudah Deteksi Dini TBC di Posyandu

Sebarkan artikel ini
IMG 20250630 171424

SUMENEP, Senin (30/06) suaraindonesia-news.com – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)  Rubaru, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menghadirkan inovasi layanan kesehatan bernama “Siput Daku Rindu”, (Siap Jemput Dahak Terduga TBC Paru di Pelayanan ILP Posyandu).

‎Inovasi tersebut bertujuan untuk memperkuat deteksi dini penyakit tuberkulosis (TBC) paru melalui Integrasi Layanan Primer di Posyandu.

‎Program ini bertujuan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan mengintegrasikan berbagai layanan kesehatan dasar di posyandu, termasuk layanan untuk semua siklus kehidupan, mulai dari bayi hingga lansia.

‎Kepala Puskesmas Rubaru, drg. M. Dony Istata, program itu digagas untuk menjawab tantangan untuk peningkatan  capaian pelaporan kasus TBC di wilayah kerja mereka dan mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat.

‎“Melalui inovasi ini, kami ingin memastikan proses pengumpulan dahak dari pasien terduga TBC dapat dilakukan lebih cepat, mudah, dan tersistem. Ini penting sebagai upaya deteksi dini agar penanganan bisa lebih efektif,” ujar drg. Dony di Rubaru, Senin (30/6/2025).

Menurut dia, Kegiatannya menyasar seluruh Posyandu yang telah menjalankan Integrasi Layanan Primer (ILP) di desa-desa.

‎Pasien yang datang ke Posyandu akan menjalani skrining TBC, dan jika menunjukkan gejala yang mencurigakan, mereka akan diminta mengeluarkan dahak untuk diperiksa.

‎Petugas kader posyandu kemudian akan melanjutkan proses sebagai berikut:

‎1. Mengumpulkan sampel dahak dari pasien.
‎2. Melaporkan kasus terduga TBC kepada penanggung jawab program di Puskesmas.
‎3. Menyimpan sampel dengan prosedur aman.
‎4. Mengantarkan ke sentral pengumpulan.
‎5. Menghubungi tim Puskesmas.
‎6. Tim Puskesmas membawa sampel ke laboratorium untuk uji lebih lanjut.

‎“Program ini telah kami jalankan di tiga desa: Mandala, Rubaru, dan Keranangka selama tiga bulan terakhir. Sejauh ini, sudah ada beberapa temuan positif yang langsung ditindaklanjuti,” kata Dony.

‎Dengan pendekatan jemput bola ini, ia berharap penularan TBC dapat ditekan secara signifikan, sekaligus mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui slogan “Bismillah Melayani” yang diusung Achmad Fauzi Wongsojudo.