Silaturahmi Danrem 051 Wijayakarta Dengan Bupati Bekasi

Danrem 051 Wijayakarta Saat Foto Bersama Dengan Bupati Bekasi

Suara Indonesia-News.Com, Bekasi – Kabupaten Bekasi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, dengan Cikarang sebagai Ibukotanya yang terdiri atas 23 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan.

Perekonomian Kabupaten Bekasi ditopang oleh sektor pertanian, perdagangan dan perindustrian. kawasan industri Jababeka, Greenland International Industrial Center (GIIC), Kota Deltamas Kota DeltamasEJIPDelta SiliconMM2100, BIIE dan sebagainya. Kawasan-kawasan industri tersebut kini digabung menjadi sebuah Zona Ekonomi Internasional (ZONI) yang memiliki fasilitas khusus di bidang perpajakan, infrastruktur, keamanan dan fiskal. Beberapa sumur minyak bumi dan gas alam juga telah dieksplorasi.

Kabupaten Bekasi sudah memiliki berbagai program yang terkait dengan kesejahteraan rakyat, diantaranya menggratiskan sekolah tingkat SD, SMP serta SMA/SMK Negeri. Selain itu, Kabupaten Bekasi juga memiliki program  membangun perbaikan rumah tidak layak huni dengan total 14.500 rumah.

“Kami juga membangun gedung Graha Bekasi untuk memasarkan dan mempromosikan kebudayaan Bekasi, serta kami juga mengembangkan pariwisata industri. ” kata Bupati Neneng.

Demikian paparan singkat Bupati Neneng tentang kabupaten Bekasi dalam acara silaturahmi dengan Komandan Korem 051/ Wijayakarta, Kol. Inf. Suharyanto, dengan Bupati Bekasi beserta jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi pada Jumat 27 Maret 2015.

Dalam kesempatan tersebut,  Komandan Korem 051/ Wijayakarta, Kol. Inf. Suharyanto mengatakan bahwa dengan bertambah pesatnya populasi penduduk dunia yang tidak diimbangi dengan ketersediaan pangan, air bersih, dan energi akan menjadi pemicu munculnya konflik-konflik baru.

Indonesia sebagai salah satu negara ekuator yang memiliki potensi vegetasi sepanjang tahun akan menjadi arena persaingan kepentingan nasional berbagai negara.

Untuk itu, diperlukan langkah antisipasi agar keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia terjaga. Konflik-konflik di belahan dunia terjadi akibat persaingan kepentingan antarnegara untuk menguasai sumber energi.

Posisi geografis Indonesia yang berada tepat di bawah garis khatulistiwa menempatkan Indonesia dalam wilayah tropis yang hanya merasakan dua jenis musim; kemarau dan penghujan. Sehingga di Indonesia bisa bercocok tanam sepanjang tahun. Indonesia juga masih memiliki lebih dari 5.000 m3 air bersih per kapita per tahun. Dari sisi kepemilikan migas dan gas metana batu bara, sumur-sumur minyak, gas, dan simpanan batu bara di hampir diseluruh wilayah Indonesia telah diolah perusahaan-perusahaan asing.

Namun, adanya tuntutan kepentingan kelompok telah menciptakan perang-perang jenis baru. Diantaranya, Perang proxy. Perang boneka atau proxy war adalah sebuah konfrontasi antardua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti untuk menghindari konfrontasi secara langsung. Biasanya, pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil, namun kadang juga bisa nonstate actors yang dapat berupa LSM, ormas, kelompok masyarakat, atau perorangan.

“Melalui perang proxy ini, tidak dapat dikenali dengan jelas siapa kawan dan siapa lawan karena musuh mengendalikan nonstate actors dari jauh sehingga menyimpan kerawanan yang patut menjadi perhatian serius. Dan itu merupakan tugas kita bersama“ Pungkasnya. (Bam).


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here