Sidang Paripurna DPRD Sampang Tak Dihadiri Bupati

Sidang paripurna penyampaian PU Fraksi dan jawaban Bupati terkait Raperda APBD TA 2015

Reporter : Nora/Luluk
Sampang, Suaraindonesia-news.com– Tingkat kepercayaan anggota DPRD Sampang terhadap Bupati A. Fannan Hasib saat tengah merosot drastis. Mereka tak lagi percaya bahwa orang nomor satu di jajaran Pemkab Sampang itu, benar-benar sakit sehingga, beberapa kali tak dapat menghadiri Sidang paripurna dewan.

Karena itu, ketika Bupati Fannan kembali absen dengan alasan sakit, dalam sidang paripurna dewan, Selasa (21/6), yang beragendakan penyampaian pandangan umum (PU) fraksi-fraksi dan jawaban Bupati Sampang terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggung jawaban Pelaksanaan APBD Sampang Tahun Anggaran (TA) 2015, para wakil rakyat pun ribut.

Pantauan suaraindonesia, pada sidang tersebut sempat terjadi ketegangan antar anggota dewan. Di mana sebagian di antara mereka, meminta supaya sidang penyampaian PU fraksi-fraksi itu ditunda. Sementara, sebagian lainnya, yang masuk kelompok minoritas, meminta supaya sidang paripurna itu tetap dilanjutkan meski tanpa dihadiri Bupati Fannan.

Kelompok mayoritas anggota dewan, yang meminta supaya sidang paripurna ditunda, menuding, ketidak hadiran Bupati Fannan tersebut hanya akal-akaln belaka. Karena, hanya disampaikan melalui surat pemberitahuan tanpa disertai surat keterangan dari dokter.

Akibatnya, Wakil Bupati (Wabup) Fadhilah Budiono yang ditunjuk untuk menggantikan Bupati Fannan, membacakan jawaban bupati terhadap PU fraksi-fraksi atas Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Sampang TA 2015, sempat dibuat kebingungan atas ketegangan yang terjadi antar-anggota dewan tersebut.

Selalu Tanpa Surat Dokter
Anggota Fraksi Demokrat DPRD Sampang, Mohammad Hodai mengungkapkan bahwa Bupati Fannan sudah terlalu sering tidak menghadiri sidang paripurna dewan. Bahkan, dia mencatat, sedikitnya sudah empat kali Bupati absen dan selalu dengan alasan sakit.

”Jika memang tidak hadir dengan alasan sakit, sudah seharusnya menunjukkan surat keterangan dari dokter. Itu jika yang bersangkutan (Bupati Fannan, red) betul-betul dalam keadaan sakit,” jelasnya.

Pernyataan senada diungkapkan anggota Fraksi Madani DPTD Sampang, Agus Husnul Yakin. Kata dia, Bupati Fannan terlampau sering absen dalam sidang paripurna dewan. Menurut hitungannya, kurang lebih 6 kali Bupati absen dengan alasan sakit.

Agus kemudian berpendapat, terlampau seringnya Bupati Fannan tidak menghadiri sidang paripurna dewan dengan alasan sakit, patut diusut. Karena sejauh ini, selalu tanpa disertai bukti konkret berupa surat keterangan dari dokter.

Pernah Berobat ke Singapura
Sementara, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berpendapat, ketidakhadiran Bupati Fannan dalam sidang paripurna dewan, dapat mengundang persepsi negatif. Karena Bupati Fannan jadi terkesan meremehkan anggota dewan, tidak memperhatikan serius pendapat anggota dewan terhadap hal-hal yang menjadi pokok pembahasan dalam sidang paripurna.

”Kalau seperti ini terus kapan pemerintahan di Sampang bisa maju dan berkembang? (karena tidak ada komuniksi dua arah antara pucuk pimpinan eksekutif dan legislatif),” ujar Amin Arif Tirtana, anggota Fraksi PPP.

Ketika dikonfirmasi tentang sakitnya Bupati Fannan, Wabup Fadhilah tampak enggan banyak berkomentar. Dia mengaku, dirinya hanya menjalankan perintah sesuai dengan surat perintah yang diberikan bupati, ketika menghadiri sidang paripurna dewan tersebut.

Namun Wabup Fadhilah menegaskan bahwa belakangan ini kondisi kesehatan Bupati Fannan memang kurang stabil.

”Kalau perintahnya suruh membacakan (tanggapan bupati), ya, saya bacakan. Saya hanya menjalankan perintah, dan memang benar beliau (Bupati Fannan, red) sekarang kondisinya lagi kurang sehat,” tandasnya.

Terkait kondisi kesehatan Bupati Fannan, hingga saat ini memang tetap menjadi misteri. Sempat beredar desas-desus bahwa Bupati Fannan mengidap penyakit yang sangat serius, bahkan mungkin saja dapat membuat dia harus mengundurkan diri dari jabatannya.

Bisa jadi desas-desus itu benar, sebab beberapa waktu lalu, menurut catatan Kabar Madura, Bupati Fannan langsung terbang ke Singapura untuk berobat, sepulang dari ibdah umrah. Tapi tidak terungkap, penyakit apa yang menggerogoti kesehatannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here