Siapkan Peta LP2B, Pemda Maybrat Gandeng UNIPA Manokwari

oleh -153 views
Kepala dinas pertanian Kabupaten Maybrat Korneles Naa SP, M.Si saat menerima peta penataan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) dari UNIPA Manokwari, Herman Tubur, SP, M.Si.

MAYBARAT, Kamis (17/12/2020) suaraindonesia-news.com – Pemda Maybrat menggandeng UNIPA Manokwari siapkan peta Pemetaan wilayah kawasan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) Kabupaten Maybrat menjadi kebutuhan mendesak bagi suatu daerah.

Ketua tim penelitian dan pengembangan universitas Papua (UNIPA) Manokwari Herman Tubur SP, M.Si mengatakan, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Maybrat memeliki 5 satuan wilayah pengembangan (PWP) yang terdiri dari, Ayamaru, Aifat Utara, Aitinyo, Jitmau-Fategomi, Susumuk dan Kisor, Aifat Timur.

“Berdasarkan hasil analisis ketersediaan lahan pertanian pangan berkelanjutan Kabupaten Maybrat seluas 465,052.42 Ha., Berdasarkan karakteristik luas lahan basah kabupaten Maybrat mencapai 338,972.04 ha atau 3’389.72 km2, sedangkan untuk luas lahan kering mencapai 133,051.11 ha atau 1,330.51 km,” ujarnya.

Sementara itu, Luas total lahan potensial untuk pengembangan lahan pertanian pangan berkelanjutan untuk Distrik Aifat mencapai 63,47 km, sedangkan Aitinyo dan Ayamaru Utara seluas 70,92 km, sedangkan luas lahan cadangan mencapai 66,98 km.

“Nah, untuk aspek aksesibilitas, kelerengan (slope)dan areal terbangun maka luas lahan (LCP2B) untuk Distrik Aifat mencapai 31,07 km, Distrik Aitinyo 23,84 km, dan Ayamaru Utara mencapai 16.01 km, sedangkan luas lahan cadangan pertanian pangan berkelanjutan (LCP2B) , Distrik Aifat mencapai 32,41 km, Aitinyo mencapai 23.84 km dan Ayamaru Utara 11,76 km,” terangnya.

Berdasarkan potensi pertanian dalam kajian lahan pertanian pangan berkelanjutan Kabupaten Maybrat masih terbatas pada 3 Distrik, yaitu Aifat, Ayamaru Utara dan Aitinyo, sedangkan beberapa Distrik lain masih tersedia lahan potensial yang dapat dilakukan kajian lanjutannya direncanakan dan ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan.

Ia berharap, potensial lahan pertanian pangan pada 3 Wilayah Distrik kajian secara fisik dapat ditetapkan sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan.

“Selanjutnya dibutuhkan peran pemerintah untuk melengkapi aspek pendukung seperti infrastruktur, kelembagaan untuk mendukung keberhasilan program lahan pertanian pangan berkelanjutan,” ujar Herman Tubur.

Sementara itu Kepala dinas pertanian Kabupaten Maybrat Korneles Naa SP, M.Si mengutarakan, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Kabupaten Maybrat merupakan bidang lahan pertanian yang ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan secara konsisten guna menghasilkan pangan pokok bagi kemandirian, ketahanan, dan
kedaulatan pangan nasional.

“Hal ini merupakan tuntutan dari undang-undang Nomor 41 tahun 2009 tentang lahan pangan pertanian berkelanjutan dari waktu cukup lama dengan daerah lain di Indonesia sudah memiliki dokumen, kami di Maybrat sudah 10 tahun sejak 2009 Kabupaten ini sampai sekarang belum memiliki dokumen ini, sehingga tahun anggaran 2020 ini kami merencanakan untuk mengantarkan sedikit anggaran untuk kajian olahan pangan pertanian berkelanjutan,” ujar Korneles Naa.

Menurutnya, Pemda Maybrat memberikan apresiasi kepada Tim dari UNIPA yang niat baik turun melakukan kegiatan di lapangan dan hasilnya bisa mendapatkan dokumen berupa peta wilayah pertanian berkelanjutan di Kabupaten Maybrat.

Ditambahkan korneles, Peta yang diberikan dari UNIPA sebagai dokumen akan disampaikan kepada kementerian pertanian sebagai prasyarat untuk mendapatkan dana alokasi khusus fisik pembangunan dalam membangun sumber-sumber lain di Maybrat.

“Tahun 2021, secara spesifik menyediakan data terkait cadangan lahan fungsikan untuk pembangunan sektor pertanian berkelanjutan di kabupaten maybrat, dan yang berikut adalah kita konsolidasikan semua pemangku kepentingan bahwa pertanian ini merupakan sektor unggulan yang terpenting di Kabupaten Maybrat,” tuturnya.

“Impian kami harus didorong untuk membangun dengan masyarakat kita ini sudah akses dengan lahan pertanian sudah sejak turun temurun sehingga adanya pembangunan lain seperti Dana Desa dan prosppek tidak masyarakat yang dialihfungsikan lagi untuk menerima bantuan-bantuan hingga mereka minim untuk kelahan,” tuturnya.

Ketersediaan data ini, kata dia, sangat penting karena membangun kebijakan ditentukan kalau tanpa data yang biasa bangunan itu salah bekerja di sektor pertanian, itu itu kata dia, lebih mendorong untuk mempersiapkan data sebanyak mungkin sehingga membangun di wilayah tempat luar yang besar berbasis data-data yang ada untuk kita dukung semua.

“Pertanian ini merupakan sektor unggulan di Kabupaten Maybrat yang diangkat untuk bisa meningkatkan penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dan juga pendapatan setiap keluarga rumah tangga itu bisa diukur dengan angka statistik bahwa masyarakat ini sudah hampir setiap rumah sudah punya lahan,” bebernya.

Hal ini kata dia, merupakan pergumulan bagi pemerintah kabupaten Maybrat, dan upaya pemerintah daerah dan DPRD selama ini masih mengarahkan pembangunan ke sektor publik jalan, kemudian pendidikan kesehatan yang belum bisa kita lihat, tingginya pertanian ini tidak terlalu menjadi hal yang diperhatikan, sedangkan pertanian berkelanjutan belum.

“Kami sangat apresiasi dan terima kasih kepada bupati Maybrat yang sudah bisa menyetujui dan menjadikan Anggaran meskipun sedikit fasilitas untuk teman-teman dari UNIPA yang kerjasama sehingga kegiatan lahan pangan berkelanjutan (LP2B) bisa terwujud,” tutupnya.

Reporter : Ones
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *