Siapakah Bupati Sampang Mendatang? Inilah Silsilah Pemerintahan Sampang Sejak Tahun 1478 Masehi

oleh -243 views
FOTO ; Makam Ratu Ebuh dikampung Madegan Kelurahan Polagan Kec Sampang, Kabupaten Sampang, sebagai bukti sejarah pemerintahan Kabupaten Sampang. Sehingga, setiap hari jadi Sampang, semua pejabat teras Kabupaten Sampang, berjiarah ke makam Ratu Ebuh. (FT/Nor/SI)

SAMPANG, Minggu (2/6) suaraindonesia-news.com – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak Tahun 2024, diwilayah Jawa Timur yang menarik untuk disimak dan diikuti adalah Pilkada Kabupaten Sampang, Madura.

Mengapa? Karena sejak dulu pelaksanaan Pilkada Kabupaten Sampang, menjadi barometer politik Jawa Timur dan Nasional. Saat ini yang berangkat dan memiliki kendaraan politik yaitu bakal calon Bupati dan Wakil Bupati KH Muhammad Bin Muafi Zaini (Gus Mamak) Ketua DPD Partai Golkar dan H Abdullah Hidayat (Tretan Ab) Ketua DPC PPP Sampang, ditambah lagi dukungan partai politik lainnya.

Juga, bakal calon Bupati H Slamet Junaidi mantan Bupati Sampang periode 2018-2024 dari Partai Nasdem dan partai politik lainnya. Namun, sampai saat ini Cawabupnya belum dibuka ke publik. Dan satu lagi, bakal calon Bupati yaitu mantan Bupati Sampang, periode 2009-2014 Noer Tjahja, yang juga mendaftar ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Saat ini, yang menjadi perbincangan hangat dan menarik di masyarakat Sampang, mulai tingkat bawah sampai birokrasi yaitu, bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang, KH Muhammad Bin Muafi Zaini (Gus Mamak) pengasuh Ponpes Besar Nahdlatut Thullab Desa Prajjan Kecamatan Camplong serta anggota DPRD Jawa Timur dan H Abdullah Hidayat (Teretan Ab) Ketua DPC PPP Sampang. Serta H Slamet Junaidi mantan Bupati Sampang, yang Cawabupnya masih belum dibuka ke publik.

Ditingkat warung kopi, perbincangan hangat Pilkada Sampang terus bergulir seperti bola liar. Rasanya, ada yang kurang jika tidak membahas bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang. Terutama, pasangan Gus Mamak anggota DPRD Jawa Timur dan Teretan Ab mantan Wakil Bupati Sampang. Serta mantan Bupati Sampang H Slamet Junaidi dan Wakilnya yang belum dibuka ke publik.

Baca Juga: PPP Sampang Kompak Gaungkan Pemenangan Gus Mamak dan Tretan Ab

Menariknya, saat ini ditataran masyarakat Sampang ada dua opsi yang bergulir yaitu, perubahan atau keberlanjutaan. Tanggapan dan penilaian pun beragam mulai dari perubahan atau keberlanjutan. Namun, penilaian masyarakat tersebut tidak diangkat dalam tulisan ini.

Media ini justru menampilkan hasil telusur silsilah pemerintahan Kabupaten Sampang, sejak 1478 Maseh.

A. Kamituwo di Madegan Sampang ; 1. Raden Ario Lembu Petteng (1478), 2. Raden Ario Menger, 3. Raden Ario Pratikel, 4. Raden Ario Pojok.

B. Penguasa Sampang (status sama dengan kerajaan kecil) ; 1. Adipati Pramono …– …, 2. Adipati Bonorogo ….. –1530, 3. Pangeran Sidhing Gili 1531–1592, 4. Adipati Pamedakan 1592–1623, 5. Adipati Merto Sari 1623–1624.

C. Kerajaan Madura ; 1. Pangeran Cakraningrat I ( Raden Praseno, 1624–1648), 2. Pangeran Cakraningrat II (Raden Undakan 1648–1680), menjadi Raja Madura bagian barat berkeraton di Tonjung Kabupaten Bangkalan.

D. Pasca Kerajaan Madura (Penguasa Sampang) :1. Raden Ario Purbonegoro (1680), 2. Raden Ario Purwonegoro Ganta, 3. Raden Ario Purbonegoro (Raden Demang Panjang Suro), 4. Raden Tumenggung Purbonegoro /Minggu (Gung Purbo), 5. Raden Ario Mloyo Kusumo (Penguasa terakhir, berdiri sendiri).

F. Zaman Penjajahan Belanda (terhitung sejak 1 November 1885) : 1. Bupati Pertama (Tumenggung Ario Kusumoadiningrat 1884– …….), 2. Bupati Kedua (Tumenggung Ario Condrokusumo …… – ……), 3. Bupati Ketiga (Adipati Secoadiningrat ……. – 1913), 4. Bupati Keempat (Tumenggung Ario Suryowinoto 1913–1918), 5. Bupati Kelima (Tumenggung Ario Kertoamiprojo 1918–1923), 6. Bupati Keenam (Tumenggung Ario Sosrowinoto 1923–1931).

E. Sampang berstatus kawedanan (1931–1942) Zaman Pendudukan Militer Jepang :
Sampang dalam pendudukan jepang berstatus kawedanan (1942–1945),
Wedana Raden Abdul Gafur

F. Masa Kemerdekaan R.I 17 Agustus 1945 :
Sampang berstatus kawedanan
Wedana Raden Abdul Gafur
Negara Madura (20 Februari 1948–4 Maret 1950).
G. Sampang berstatus Kabupaten ; 1. Bupati Raden Panji Muhammad Saleh Kusumowinoto (1948–1950). Madura bergabung dengan Negara Kesatuan R.I tanggal 9 Maret 1950
Sampang Berstatus Kabupaten : 2. Bupati Pertama (RT. Moh. Iksan 1950–1952)
Bupati Kedua (R. Suharjo 1953–1956), 3. Bupati Ketiga (KH Achmad Zaini 1957–1959), 4. Bupati Keempat (M. Walihadi 1960–1965), 5. Bupati Kelima (Faudzan Hafidz Suroso, B.A 1966–1971), 6. Bupati Keenam (Jusuf Oenik 1971–1978), 7. Bupati Ketujuh (Mursim 1978–1985), 8. Bupati Kedelapan (Makbul 1985–1990).

Selanjutnya, 9. Bupati Kesembilan (R. Bagus Hinayana 1990–1995), 10. Bupati Kesepuluh (Fadhilah Budiono, periode pertama 1995–2000) dan (periode kedua 2001–2006). 11. Bupati Kesebelas (Noer Tjahja 2008–2013), 12. Bupati Keduabelas (K.H. Fannan Hasib (2003–2017), 13. Bupati Ketigabelas Fadhilah Budiono (2017–2018), 14. Bupati Keempat belas H. Slamet Junaidi (2018–2024).

Reporter: Nora
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri

Tinggalkan Balasan