JAKARTA, Kamis (19/02) suaraindonesia-news.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, menyerahkan 3.922 sertipikat hak atas tanah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Penyerahan berlangsung di Masjid Raya K.H. Hasyim Asy’ari dan disebut sebagai langkah penyelamatan aset negara dengan nilai total sekitar Rp102 triliun.
Nusron menyatakan sertipikat tersebut merupakan tindak lanjut permohonan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia menilai legalitas tanah melalui sertipikasi penting untuk menjamin kepastian hukum serta melindungi barang milik negara dari potensi sengketa di masa depan.
Ia juga mengapresiasi sinergi antara Kementerian ATR/BPN dan jajaran kantor wilayah pertanahan di DKI Jakarta dalam menyelesaikan proses sertipikasi. Menurutnya, kerja sama kedua pihak akan terus diperkuat, termasuk rencana penyerahan sertipikat tanah wakaf pada bulan Ramadan mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, Pramono menerima sertipikat dengan cakupan luas tanah total 563,9 hektare. Rinciannya meliputi 2.837 ruas jalan; 691 bangunan seperti fasilitas karang taruna, balai rakyat, dan sarana olahraga; 154 fasilitas pendidikan; 123 taman; 69 gedung; 39 kantor kelurahan dan kecamatan; serta 17 eks rumah dinas.
Pramono menyatakan sertipikat tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan tata kelola administrasi aset daerah. Ia menilai kepastian status hukum tanah akan meningkatkan transparansi dan ketertiban administrasi di Jakarta sebagai kota global.
Atas jumlah sertipikat yang diterima, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperoleh penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori penyertipikatan hak pakai terbanyak di tingkat pemerintah provinsi, yakni 3.922 sertipikat dengan nilai Rp102 triliun. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Operasional MURI.
Turut hadir dalam acara itu Kepala Biro Humas dan Protokol ATR/BPN Shamy Ardian, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi Publik Rahmat Sahid, serta Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi DKI Jakarta Erry Juliani Pasoreh beserta jajaran.












