Seorang Jurnalis di Dumai Babak Belur, Diduga Dianiaya Oknum Mafia BBM EPH

oleh -144 views
Hend Korban Penganiayaan yang Diduga Dilakukan Oknum Mafia BBM EPH Saat Laporan di Mapolres Dumai.

DUMAI, Kamis (23/09/2021) suaraIndonesia-news.com – Sungguh naas nasib yang menimpa Hend, seorang jurnalis salah satu media online di Dumai, ia babak belur hingga alami lebam akibat diduga karena dihajar oleh anak buah salah satu pengusaha mafia BBM yang berada di pinggir jalan lintas perwira, kejadian Kamis (23/9/2021), sekitar pukul 11.20 WIB siang saat korban pulang liputan dari Gedung DPRD Kota Dumai, ia melintas di Jln. Perwira, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Bukit Kapur.

Dari keterangan korban kepada wartawan menjelaskan, saat itu ia turun ke lokasi tempat kejadian peristiwa (TKP) dan saat itu, ia melihat Mobil Tangki bermuatan BBM, les Merah Putih bertuliskan Pertamina, di salah satu lokasi, diduga mafia penampungan BBM inisial EPH. Hend kemudian mengambil foto mobil tangki yang diduga sedang melakukan aktivitas ilegal (bongkar muatan/kencing BBM).

Saat pengambilan foto, Hend di hampiri 4 orang berpakaian preman penjaga gudang, dan spontan melakukan intimidasi/penyerangan, dengan memukulnya, akibatnya, pipi sebelah kanan memar, bibir sebelah atas kanan pecah luka, dan ada pukulan helm mendarat di kepalanya. Kemudian Foto barang bukti di hapus dan HP milik Hend pecah.

Selanjutnya kata Hend, ia dibawa ke belakang WC oleh oknum preman penjaga gudang dilokasi tersebut dan diminta untuk membuat pernyataan diatas kertas materai 10 ribu. Isi pernyataan, agar tidak menuntut di belakang hari dan akan dikenakan sangsi jika lakukan penuntutan.

“Kemudian saya diberi uang Rp 100 Ribu untuk biaya perobatan,” katanya.

Karena merasa tidak adil atas apa yang ia alami yang sudah babak belur akibat dihajar oleh oknum preman penjaga gudang mafia BBM, Hendri menolak dalam hati ia tidak terima di perlakukan seperti ini dan diberi uang Rp 100 tersebut untuk biaya perobatan.

“Saya kemudian kembali ke Kota dan menceritakan ke rekan-rejan Jurnalis atas kejadian yang menimpa saya. Rekan-rekan Jurnalis langsung merespon,” terang Hend.

Atas kejadian yang menimpa dirinya, Hend akhirnya melapor ke Polres Dumai dan dilakukan visum dan dimintai keterangan atas kejadian yang menimpa dirinya.

Sementata Ketua PWI Kota Dumai Bambang Rio saat di mintai tanggapan, ia mengaku masih fokus mendampingi korban.

“Nanti ya, masih mendampingi korban buat laporan,” ujarnya.

Untuk diketahui, sesuai UU Pers no 40 Tahun 1999, Pasal 4 Ayat 1 sebagai landasan hukum kegiatan jurnalistik, Kemerdekaan Pers dijamin sebagai hak asasi warga negara. Ayat 3, untuk menjamin kemerdekaan Pers, Pers Nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Sementara, Pasal 18 ayat 1 mengatur Sanksi Pidana, berbunyi “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah)”.

Reporter : Muhardi
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *