PULAU TELLO, Selasa (16/12) suaraindonesia-news.com – Nurhawati Zihura (43), seorang ibu rumah tangga asal Desa Orahili, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara, meninggal dunia setelah diterkam buaya.
Peristiwa tragis ini terjadi saat korban sedang mandi laut di belakang rumahnya, setelah selesai mencuci. Buaya tiba-tiba muncul dan langsung menerkamnya.
Sewajar Nehe, seorang warga setempat, membenarkan kejadian tersebut.
“Korban sedang mandi laut di belakang rumah. Tiba-tiba buaya datang dari belakang, menerkam, dan menyeret korban sejauh sekitar 40 meter dari pantai,” ungkapnya melalui telepon.
Warga berusaha keras menyelamatkan korban dengan mengumpan buaya menggunakan beberapa ekor ayam. Setelah lebih dari satu jam berada di mulut buaya, korban akhirnya dilepaskan.
Korban segera dievakuasi ke rumahnya, dan paramedis dari Puskesmas Pulau Tello mencoba memberikan pertolongan dengan memasang oksigen serta melakukan upaya medis lainnya. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Sementara itu, buaya yang menerkam korban berhasil ditembak oleh pihak berwajib atas permintaan warga. Langkah ini dilakukan karena dalam kurun waktu kurang dari satu bulan sebelumnya, seorang nelayan dari Desa Silima Ewali juga menjadi korban terkaman buaya, mengalami luka parah.
Hasil musyawarah Forkopimcam bersama pemerintah desa dan keluarga korban memutuskan bangkai buaya tersebut dikubur untuk menghindari keresahan lebih lanjut di masyarakat.













