PAMEKASAN, Minggu (2/11) suaraindonesia-news.com — Acara Semalam di Madura menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pamekasan ke-495 yang mengusung tema “Semangat Pamekasan Kreatif dan Maju.” Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, ini menampilkan ragam seni, budaya, serta kesenian khas Madura dari empat kabupaten di Pulau Madura, termasuk peragaan busana batik.
Acara yang berlangsung di kawasan Monumen Arek Lancor pada Sabtu (1/11/2025) malam tersebut diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan tarian khas Madura dan parade seni dari perwakilan empat kabupaten. Kegiatan ini turut dihadiri para bupati se-Madura, perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Forkopimda, serta pejabat di lingkungan Pemkab Pamekasan.
Dalam sambutannya, Bupati KH.
Kholilurrahman menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya usia Kabupaten Pamekasan yang hampir mencapai lima abad. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga nilai budaya dan semangat gotong royong sebagai identitas masyarakat Madura.
“Hari jadi ini bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi momentum memperkuat tekad membangun Pamekasan yang lebih maju, berbudaya, dan religius,” ujarnya.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba musik daul serta penghargaan bagi tokoh budaya yang berjasa dalam pelestarian budaya lokal. Salah satu penerima penghargaan adalah budayawan senior Pamekasan, Kadarisman Satrodiwiryo.
Kadarisman menilai bahwa Semalam di Madura merupakan ruang silaturahmi dan pemersatu budaya antar kabupaten.
“Melalui kegiatan ini, kita satukan hati dan jiwa untuk menjadikan Madura sebagai kawasan terpadu serta satu kekuatan etnik dan budaya,” katanya.
Bupati Kholilurrahman juga menegaskan bahwa penyelenggaraan acara dilakukan secara sederhana sebagai bentuk efisiensi anggaran daerah.
“Hindari kemewahan. Kondisi keuangan daerah sedang tidak baik. Selamat Hari Jadi ke-495, bangkit bersama untuk Pamekasan maju,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan dari Kementerian Kebudayaan, Hadi, yang membacakan sambutan menteri, menyampaikan bahwa Madura memiliki kekayaan budaya yang unik dan perlu terus dijaga.
“Pelestarian budaya daerah adalah tanggung jawab bersama. Kami mengapresiasi langkah Pamekasan dalam menjaga warisan budaya Madura,” ucapnya.
Acara Semalam di Madura menjadi penutup rangkaian Hari Jadi Pamekasan ke-495 dengan suasana hangat, sekaligus mempererat silaturahmi dan memperkuat identitas budaya masyarakat Madura.













