Selundupkan 30 TKI Ilegal ke Malaysia, 3 Warga Rohil Dibekuk Polisi

oleh -424 Dilihat
Sebanyak 30 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia berhasil digagalkan Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Rohil dengan Sat Reskrim Polsek Sinaboi. Selasa (5/4/2022).

RIAU, Selasa (5/4/2022) suaraindonesia-news.com – Sebanyak 3 dari 4 orang diduga melakukan penyeludupan 30 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Malaysia berhasil digagalkan Tim Gabungan Sat Reskrim Polres Rohil dengan Sat Reskrim Polsek Sinaboi.

3 orang yang berhasil diamankan, M (68) alamat Kelurahan Bagan Hulu Kecamatan Bangko (Rohil), A (62) warga Jalan Inpres Kelurahan Bagan Hulu, peran sebagai Tekong atau Pengemudi, S (30) ABK juga Honorer DLH Alamat Kelurahan Bagan Hulu dan Heri masih DPO.

Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto, SH, SIK yang dikonfirmasi melalui Kasi Humas Polres Rohil AKP Juliandi SH. Senin 4 April 2022 membenarkan adanya Pengungkapan dugaan tindak pidana tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia ini.

“Pada hari Jumat tanggal 01 April 2022, di peroleh informasi dilapangan, bahwa adanya praktek Penyelundupan pekerja migran Indonesia (PMI) yang tidak dilengkapi dokumen yang sah ke Malaysia,” terangnya.

Berdasarkan informasi tersebut diatas, Kapolsek Sinaboi melaporkan kepada Kapolres Rokan Hilir, AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK, kemudian Kapolres Rokan Hilir memerintahkan Kasat Reskrim dan Kapolsek Sinaboi untuk bentuk Tim Gabungan dan melakukan penyelidikan lebih dalam.

“Tim Reskrim segera terjun ke lapangan untuk cros cek dan setibanya di wilayah tangkahan Kuala yang berada di Jalan Sukajadi Kepenghuluan Raja Bejamu Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Tim gabungan telah berhasil mengetahui keberadaan dimana lokasi 30 Orang Pekerja Migran Indonesia dan langsung di amankan tim Reskrim Rokan hilir,” tuturnya.

Dan kemudian dilakukan interogasi oleh Reskrim dan diketahui bahwa Tekong yang menjalankan kejahatan ini atas nama saudara Mukhtar, Fidal dan Sunaryo, segera dilakukan penangkapan terhadap ke 3 orang pelaku tersebut.

“Dari Hasil interogasi tersangka menjelaskan benar akan membawa 30 orang warga Negara Indonesia tersebut ke Malaysia dengan menggunakan kapal atau boat kapasitas 7 ton,” ujarnya.

Terkait dokumen keberangkatan ke Malaysia mereka tidak dapat menunjukan dokumen bentuk apapun.

“Mereka mengakui bahwa upah yang mereka terima jika berhasil menyelundupkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yakni 1 juta per orang yang berhasil di antar ke Malaysia,” ujarnya.

Untuk operasional mereka mendapatkan 5 juta di awal. Untuk para korban atau PMI wajib membayar dengan beragam jumlah yang harus dibayar mulai dari 4 jt hingga 10 juta per orang.

“Dari hasil interogasi lapangan, 3 orang Tersangka Tekong di amankan ke Mapolres Rohil guna di proses sidik lebih lanjut,” cetusnya.

Sedangkan 30 orang Korban atau Pekerja Migran Indonesia di lakukan pemeriksaan dan dibawa ke rumah sementara PPMI provinsi Riau posko Dumai, Untuk di kembalikan ke wilayah masing masing yakni Lombok, Bengkulu, Lampung dan sebagainya.

Barang Bukti dari perkara ini antara lain 1 unit kapal, Uang tunai Rp 652.000,- 1 unit Hp Evercross. Sementara kepada tersangka dijerat dengan sebagaimana dimaksud dalam Pasal yang dipersangkakan : Pasal 81 Jo Pasal 69 atau Pasal 83 Jo Pasal 68 UU RI No.18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Reporter : Muhardi
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan