Selama 2 Bulan, Rumah Warga Kalirejo yang Roboh Karena Angin Belum Ada Perbaikan Dari Pemkab Pasuruan

oleh -166 views
Rumah keluarga M. Toha yang roboh lantaran kena angin.

PASURUAN, Jumat (26/2/2021) suaraindonesia-news.com – Selama dua bulan, Keluarga M. Toha dengan istri dan dua anaknya harus tegar menjalani hidup seadanya setelah rumah yang mereka tempati roboh lantaran kena angin.

Cuaca buruk pada bulan Desember 2020 lalu, membuat rumah M. Toha yang berada di Dusun Rojogunting Desa Kalirejo Kecamatan Gondangwetan ini ambruk saat cuaca sedang hujan. Seluruh isi bangunan rumah roboh hanya menyisakan ruang tamu yang kondisinya juga sangat memprihatinkan, beruntung semua keluarga tersebut selamat dari rerobohan puing-puing rumah.

Sampai saat ini, Jumat (26/2/21) mereka harus menjalani hidup dengan kondisi memprihatinkan, tiap harinya mereka harus berteduh pada ruang tamu rumahnya yang kondisinya pun hampir roboh karena kondisi atap yang sudah rapuh dan tua. Kondisi cuaca yang hampir tiap hari hujan, M. Toha harus bersabar menunggu bantuan dari pemerintah lantaran kondisi ekonominya yang sangat labil, selain mempunyai sakit sesak nafas, Toha harus mengais rejeki dengan seadanya seperti buruh tani (maton) dan pekerjaan lain seadanya.

Abdul Kodir yang merupakan kepala desa Kalirejo Kecamatan Gondangwetan Kabupaten Pasuruan, saat dikonfirmasi perihal rusaknya rumah M. Toha mengungkapan bahwa dirinya sudah melakukan pengajuan terhadap pemerintah kabupaten pasuruan dalam hal ini BPBD. Namun karena pada waktu itu akhir tahun, menurutnya anggarannya sudah habis.

“Kita sudah langsung berupaya untuk mengajukan terhadap BPBD, bahkan pihak keluarga sudah pembukaan rekening, saat kita cuma tinggal nunggu untuk pencairannya saja, entah kapan kita belum tahu,” ucap Kades saat ditanya.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, M. Sudiono Fauzan saat diberitahu kaitan kondisi yang menimpa keluarga M. Toha menuturkan akan segera menindaklanjuti terkait hal tersebut. Melalui Chat WhatsApp dirinya siap membantu untuk proses percepatan pencairan bantuan dari BPBD.

Senada dengan M. Sudiono Fauzan, wakil pimpinan DPRD Kabupaten Pasuruan dari Partai Gerindra, M. Rusdi saat diberitahu kaitan hal ini, dirinya juga akan mengupayakan akan menindaklanjuti segera pada OPD terkait.

“Iya Bro, saya sudah hubungi (OPD terkait), tapi belum ada jawaban,” Ucap Rusdi melalui telepon seluler.

Sementara itu, Kristiana dari Dinas Perkim bagian penanganan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa permasalahan terkait dengan rumah M. Toha yang roboh itu sepenuhnya tanggungjawab BPBD.

“Kalau masalah buka rekening untuk pengajuan hubungannya dengan BPBD pak, kalau perkim hanya menghitung RAB yang kemudian diserahkan BPBD untuk diproses,” jawab Kristiana saat konfirmasi melalui WhatsApp.

Diceritakan Kristiana, bahwa dirinya sudah koordinasi dengan pihak BPBD, namun setelah ditanyakan, jawabannya mendahulukan yang Gempol dulu (rumah warga Gempol yang terkena banjir bandang pada beberapa pekan lalu).

Sampai berita ini di angkat, media ini belum bisa konfirmasi pada Plt kepala BPBD yang masih aktif menjabat camat Keraton.

Reporter : M. Taufiq
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *