Selain Masjid dan Pesantren, Bupati Pamekasan Resmikan 4 Sekolah Tangguh

oleh -26 views
Setalah diresmikan sebagai sekolah tangguh, Siswa dan guru, foto bersama dengan Bupati Pamekasan.

PAMEKASAN, Kamis (23/09/2021) suaraindonesia-bews.com – Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur, meresmikan empat sekolah tangguh di SMPN 8 Pamekasan, MAN 2, SMAN 5 dan SMK Kesehatan Husada Pamekasan.

Bupati yang mendatangi empat sekolah tersebut didampingi forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda), dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.

Sekolah tangguh dan vaksinasi itu merupakan percontohan sekolah yang menetapkan protokol kesehatan (prokes) ketat dalam setiap kegiatannya.

“Setalah diresmikan sekolah tangguh, Siswa, guru, karyawan dan tamu lainnya, berkunjung ke sekolah tersebut harus memakai masker, melewati bilik disinfektan, cuci tangan, dan fasilitas lain yang mendukung pelaksanaan prokes,” ucap Baddrut Tamam.

Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan vaksinasi terhadap siswa, guru dan karyawan di lingkungan sekolah guna membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) agar pelajaran tatap muka berjalan sesuai harapan. Sehingga siswa dan siswi bisa terhindar dari penularan Covid-19.

“Saya doakan semoga bapak ibu guru, dan anak-anakku semuanya diberikan kesehatan oleh Allah SWT dan dimudahkan rezekinya,” kata Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat mememberikan sambutan, Kamis (23/9/2021).

Bupati yang akrab disapa Mas Tamam itu menambahkan, adanya wabah covid-19 memunculkan berbagai persepsi di tengah-tengah masyarakat akibat berita-berita yang tidak jelas di media sosial.

“Oleh karena itu, masyarakat harus cerdas dalam memilih berita itu agar tidak mudah terpapar berita hoax,” terangnya.

Kata Baddrut Tamam, ada yang berpandangan, covid-19 merupakan konspirasi beberapa ideologi yang ingin menghancurkan ideologi yang lain. Bahkan, ada yang berpendapat bahwa covid-19 merupakan ciptaan pemerintah.

“Adanya covid-19 sebagian masyarakat percaya, sebagian ragu, dan sebagian ada yang tidak percaya. Fitnah yang menyebar dimana-mana itu semangatnya tiga, membuat ragu, membuat tidak percaya, dan melawan. Alhamdulillah kita tidak mendengarkan itu,” tambahnya.

Baddrut Tamam meminta kepada para dewan guru untuk mendidik siswa dengan penuh harmoni, penuh kebahagiaan, menghormati orang tua dan guru, menjauhkan dari atmosfer caci-maki, serta meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

“Ciptakan atmosfer positif disini, sehingga anak-anak kita menjadi anak-anak yang positif. Berpikirnya konstruktif, ajak anak-anak dan orang tua di rumah untuk berpikir positif, betapapun apa yang kita cita-citakan belum tercapai,” tambahnya.

Adanya vaksinasi merupakan bentuk syukur manusia lantaran diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Kemudian ikhtiar mengajak orang lain untuk bervaksin sama-sama bentuk syukur, karena membuat orang lain sama-sama mempunyai daya tahan tubuh kuat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pamekasan saya sampaikan terimakasih kepada bapak, ibu guru dan anak-anakku semua, dan tinggalkan hoax, karena hoax ini akan membuat cara pandang kita salah,” tandasnya. (Adv)

Reporter : My
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *