Selain Diduga Kualitas Buruk, Bangunan Ruangan Merokok Juga Mubazir

Reporter: Nazli Md

Abdya, Suaraindonesia-news.com – Sejumlah bangunan pemerintah di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dengan anggaran ratusan bahkan miliyaran rupiah dikuatirkan kualitasnya. Pasalnya, terkesan sejumlah proyek dari anggaran pemerintah dibuat asal jadi.

Salah satu contohnya, bangunan yang diperuntukkan sebagai ruangan merokok dengan anggaran mencapai Rp.115.550.000 rupiah bersumber anggaran APBK tahun 2015 pada plot anggaran Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) di depan kantor Dinas Pekerjaan Umum komplek perkantoran Abdya yang baru selesai dibangun roboh.

Bangunan dengan nomor kontrak 522/39/VIII/SPK/2015 yang dikerjakan oleh CV Kuala Pertiwi hanya beberapa bulan siap. Namun atapnya sudah roboh tertiup angin yang terjadi beberapa hari lalu.Diduga, robohnya atap bangunan tersebut akibat bangunan dikerjakan asal jadi.

Selain terkesan dikerjakan asal jadi, sejumlah bangunan yang rencananya akan difungsikan sebagai tempat kawasan merokok tersebut juga dinilai mubazir. Sebab, untuk saat ini bangunan kawasan merokok di Kabupaten Abdya tidak begitu mendesak keberadaannya.

Buktinya, dari amatan wartawan media ini, tiga bangunan untuk kawasan merokok yang telah selesai dibangun itu kini beralih fungsi. Bangun pertama yang berada tepat dibelakang kantor Bupati Abdya kini digunakan sebagai ruangan Petugas Pengelola Informasi Daerah (PPID).

Sedangkan gedung kedua di kantor sektretariatan DPRK Abdya juga tidak digunakan sebagai tempat merokok. Yang lebih ironis, malah terjadi pada gedung ketiga yang baru dibangun didepan kantor DPU Abdya, selain tidak digunakan sebagai tempat merokok juga sudah roboh.

Salah seorang mantan wakil ketua DPRK Abdya periode 2009-2014, Drs Rusman Alian, kepada awak media menyebutkan, banguna yang dibangun dari uang rakyat tersebut sangat mubazir. Bahkan, terkesan sangat dipaksakan.

“Jika anggaran sebesar itu digunakan untuk masyarakat yang membutuhkan akan lebih bermanfaat, tidak terkesan menghabiskan anggaran sia-sia,”tegas Rusman.

Rusman, juga mengharapkan, sejumlah bangunan tersebut sebagaiknya dialihkan fungsinya sebagai Musallah, ataupun ruangan lain yang lebih bermanfaat.

”Jangan habiskan anggaran dengan sia-sia, sebaiknya dialihfungsikan saja,” harapnya.

Selain itu Rusman juga menyebutkan, pembangunan ruang merokok tersebut seharusnya tidak dibangun di komplek perkantoran. Selain dikawasan pergunungan juga larangan merokok di komplek perkantoran itu belum ada.

”Yang ada saat ini kan cuma imbauan bupati, bukan Qanun larangan merokok,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Rusman juga menyebutkan, jika memang pembangunan gedung ruangan merokok tersebut harus ada, maka sangat cocok bila dibangun di kawasan rumah sakit dan diareal puskesmas-puskesman.

Menurutnya, di lokasi tersebut memang sangat cocok, selain sebagai tempat steril untuk kesehatan juga lebih banyak dikunjungi oleh masyarakat luas.

Menanggapi permasalahan tersebut, Sekretaris Dishutbun Abdya, Ir Tamrin MP ketika dimintai keterangan oleh awak media ini mengakui tidak bisa memberikan komentarnya,”Itu tanyakan saja langsung ke Kadis,” sebut singkat.

Sementara hingga berita ini ditulis, kepala Dishutbun Abdya, Herman Suryadi SP hingga beberapa kali dihubungi melalui saluran selulernya tidak memberikan jawaban meskipun handphonenya dapat dihubungi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here