LEBAK, Rabu (20 Desember 2017) suaraindonesia-news.com – Sekretaris Daerah H.Dede Jaelani beserta jajaran, Forkopimda, Kementerian Pariwisata RI dan Dinas Pariwisata Provinsi Banten juga para pelaku pariwisata menghadiri sekaligus membuka Event Baduy Festival Tahun 2017 di Desa Bojong Menteng Kec. Leuwidamar, Lebak Banten, Rabu (20/12/2017).
Setda Lebak mengatakan Festival Baduy Tahun 2017 merupakan rangkaian kegiatan peringatan hari jadi Kabupaten Lebak yang ke 189 tahun, berbagai kegiatan telah dan sedang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat tuhan yang maha esa dalam membangun kabupaten lebak yang kita cintai in dan juga merupakan salah satu event atau wadah untuk mempromosikan potensi wisata budaya, adat istiadat kearifan lokal dan juga produk hasil kerajinan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat baduy.
“Seperti kita ketahui bersama kabupaten lebak memiliki warisan budaya yang sudah melegenda yaitu kearipan lokal masyarakat suku baduy, tatanan masyarakat suku baduy ini lah yang menjadikan keuniqan tersendiri di jaman moderen / zaman now sekarang ini yang tidak terpengaruh apapun dari luar tetap memegang teguh adat istiadat yang telah diwariskan oleh para leluhurnya hingga sampai saat ini, salah satu prinsipnya adalah “gunung teu meunang di lebur, lebak teu meunang di rusak” (gunung tidak boleh dihancurkan, lembah tidak boleh dihancurkan) merupakan komitmen masyarakat baduy dalam menjaga dan mengelola sumber daya alam, hal ini wajib menjadi rujukan dan pembelajaran semua pihak dalam menata, mengatur dan menginplementasikan tatakelola sumber daya alam agar mampu memberikan manfaat untuk kesejahteraan masyarakat,” Ungkap Setda Lebak.
Lebih lanjut Setda Lebak menjelaskan bahwa sektor pariwisata sedang menjadi tumpuan besar dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi di tingkat nasional tidak terkecuali di provinsi banten kususnya kabupaten lebak dan kita juga sebagai salah satu kabupaten unggulan pariwisata di provinsi banten melalui 7 wonder of banten dua diantaranya adalah destinasi yang kita miliki yang ada di kabupaten lebak yaitu destinasi wisata pantai sawarna dan wisata baduy dan juga potensi yang ada akan didorong untuk mendukung sektor pariwisata, baik itu wisata alam, wisata budaya, wisata buatan dan wisata religi dengan jumlah obyek daya tarik wisata (odtw) yang telah ditetapkan sebanyak 23 destinasi wisata, dan hal ini akan bertambah seiring dengan adanya objek daya tarik wisata baru yang telah dan akan kita buka salah satunya kemarin yang telah dilaksanakan yakni launcing destinasi baru yaitu destinasi pantai seupang di sawarna timur kecamatan bayah.
“Kabupaten lebak diciptakan oleh tuhan yang maha kuasa dengan karakteristik yang unik dengan sejuta potensi kekayaan alam dan kultur budaya agar dapat kita manfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat merupakan modal dasar yang telah kita miliki,” Pungkas Setda Lebak.
Pembangunan bidang kepariwisataan melalui dinas pariwisata di usianya yang belum genap satu tahun telah terlihat progres yang positif, dimana melalui penataan dan pengembangan destinasi wisata unggulan yang terus disinergikan dengan dinas terkait dan para stake holders pelaku wisata telah banyak mengalami perubahan positif baik dari segi infrastruktur maupun pengelolaannya, dari sisi pemasaran pariwisata saat ini mulai menggeliat dan sudah banyak di kenal di luar kabupaten lebak bahkan ke manca negara, bukti nyata yaitu dengan tercapainya target kunjungan wisatawan sebelum tahun berakhir, dimana kunjungan wisatawan ke kabupaten lebak sampai dengan bulan november 2017 mencapai 502.600 orang hal ini akan terus bertambah seiring dengan masih banyaknya event kegiatan dan promosi yang akan kita laksanakan sampai dengan akhir tahun, antara lain saat ini di tengah tengah kita telah hadir himpunan pramuwisata indonesia (hpi) yang telah dapat mendatangkan wisatawan sebanyak 100 orang yang akan melakukan trip ke baduy dalam dan akan kita lepas nanti setelah acara ini.
selain penataan dan pemabangunan obyek daya tarik wisata pemkab lebak juga terus melakukan upaya promosi di luar daerah salah satunya melalui pemanfaatan transportasi kereta api commuter line. pada tahun ini saja telah melakukan branding objek destinasi wisata pada 11 gerbong kereta apipada tiga jalur lintasan kereta yaitu jakarta – rangkas, jakarta – bekasi dan jakarta – bogor dan juga melaksanakan pembuatan kartu multi trip edisi khusus destinasi wisata sebanyak 10 ribu buah yang akan tersebar di seluruh stasiun commuter line sejabodetabek.
Acara Baduy Festival Tahun 2017 dihadiri oleh ratusan peserta dan diramaikan dengan pemberian hadiah kepada juara lomba kincir dan melaksanakan Ngaseuk kacang Kedelai oleh ratusan peserta event.
Ngaseuk merupakan salah satu tahapan dari proses bercocok tanam masyarakat Baduy yang masih mempertahankan pola pertanian tradisional berladang pada lahan kering atau yang disebut ngahuma. Bentuk kegiatan ngaseuk ialah melubangi tanah dengan media tongkat kayu yang pada ujungnya telah diruncingkan. Pada umumnya kegiatan ini dilakukan secara bergotong-royong, terutama untuk menggarap lahan huma milik lembaga adat (jaro tangtu dan jaro dangka). Diperkirakan yang mengikuti kegiatan ini melibatkan sekitar 100 hingga 500 orang.
Reporter : Kohar
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam












