Sekcam Benarkan Camat Serbajadi Jarang Masuk Kantor

oleh -279 views
Sejumlah awak media saat melakukan wawancara dengan Sekcam Serbajadi, Jalaluddin. Di riang kerjanya.

ACEH TIMUR, Kamis (09/07/2020) suaraindonesia-news.com – Dihadapan sejumlah awak media yang melakukan wawancara langsung dengan Jalaludin, Sekretaris Camat Kecamatan (Sekcam) Serbajadi Kabupaten Aceh Timur, membenarkan bahwa Camat Sahdannur, S.IP.M.AP Jarang masuk kantor.

“Iya benar pak Camat jarang masuk kerja, mungkin beliau ada kesibukan urusan diluar atau keperluan rapat dengan Pak Bupati atau pejabat di instansi terkait,” kata Jalaluddin.

“Masuk kantor pun tak menentu, tidak ada jadwal yang pasti,” imbuh Sekcam.

Sementara Camat Sahdannur saat dijumpai di Julok pada hari yang sama juga mengatakan bahwa posisi Camat Serbajadi jangan di samakan dengan Camat lain nya, sebab jarak tempuh perjalanan ke Lokop sangat jauh butuh waktu berjam-jam.

“Iya jangan disamakan dengan daerah kantor Kecamatan lain nya, tak mungkin saya tiap hari dinas disana, jarak tempuh nya sangat jauh,” jelas Sahidannur.

Namun kata dia, selama ini meskipun jarang hadir tapi sedang berbenah membangun Kecamatan Serbajadi yang lebih baik dan maju.

Sementara sejumlah awak media saat turun ke Serbajadi melakukan investigasi Senin (07/07) untuk memastikan kebenaran pemberitaan salah satu media online edisi (16/06) lalu, yang mengatakan Camat Serbajadi jarang masuk Kantor, akibat nya masyarakat disana mengeluh karena terhambat dalam pengurusan administrasi dikantor Kecamatan.

Pantauan media, disamping mendapatkan informasi dari Sekcam yang membenarkan bahwa Camat memang jarang masuk kantor meskipun ada alasan yang logis, namun telah membuktikan pemberitaan tersebut benar adanya bukan hanya berita hoaks.

Ironis nya, kondisi Kantor Camat yang mengurus 17 Desa di Kecamatan Serbadi sangat memprihatinkan, dimana bangunan kantor Camat seperti gedung tua yang lama yang tak pernah tersentuh pemugaran.

Disamping nampak kumuh, mobiler pun seperti meja, kursi banyak yang tak layak pakai, apalagi melihat kondisi gorden jendela yang sudah kusut diruangan sekcam layak nya kain sarung yang di jahit. Kenyamanan bagi pegawai kantor yang bekerja setiap jam dinas, masyarakatpun kurang nyaman bila kondisi kantor pemerintahan terkesan kumuh.

Sementara bagian halaman kantor ibarat lapangan bola kaki tak ada satu tanaman bunga, konsisi pagar pun ada yang telah roboh, bahkan yang lebih parah lagi sebelah kanan kantor Camat telah menjadi Tempat Pembungan Sampah(TPA) bertumpukan sampah.

Jika Kantor Camat saja kondisi sangat kumuh, apalgi dengan gedung lain nya seperti rumah dinas camat yang jarang ditempati dan Gedung pertemuan adat yang disebut Gedung Manyak Tri, sebagai simbol Adat masyarakat Gayo Lokop yang kental dengan Adat dan budaya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, Potret pembangunan Kecamatan Lokop masih sangat jauh tertinggal dengan Kecamatan lain nya, meskipun sejak tahun 2015 Pemerintah pusat telah menggelontorkan dana desa hampir capai satu milyar per desa, begitu juga dalam hal pembangunan sumber daya manusianya.

Carut marutnya dalam pengelolaan Dana Desa menjadi salah satu kekahawatiran terjadi nya indikasi penyelewengan dana Desa, hal ini menurut sumber yang terpercaya karena kurang nya pengawasan dan tata kelola Pemerintahan Desa sesuai dengan prinsip good goverment dan clean goverment, hal ini terjadi kurang nya transparansi pengelolaan dana kepada masyarakat, banyak desa dari tahun ke tahun yang tidak memasang papan imformasi grafis sebagaimana perintah undang -undang nomor 14 tahun 2000 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“Sulitnya akses masyarakat dalam memdapatkan informasi maka sangat rawan terjadinya pengelolaan dana tidak tepat sasaran bahkan bisa mengarah indikasi korupsi,” tutur sumeber yang enggan namanya dipublikasikan.

Ia berharap Bupati Aceh Timur dapat memberikan perhatian khusus ke daerah pedalaman, untuk memastikan proses pengelolaan dana desa sudah berjalan on the track, jadi tidak menerima laporan diatas meja yang ABS (Asal Bapak Senang)

“Begitu juga dengan Dinas Inspektorat Aceh Timur jangan tutup mata untuk melakukan pengawasan terhadap daerah-daerah pedalaman seperti Kecamatan Serbajadi,” tikasnya.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *