MANOKWARI, Senin (3 Juli 2017) suaraindonesia-news.com – Pendidikan merupakan bagian penting dari masadepan anak dan hal inilah yang menjadi harapan setiap orang tua.
Hari ini Senin (3/7) mulai pukul 09.00 pagi WIT, sejumlah orang tua murid dan siawa di Wilayah Manokwari menyambangi Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Manokwari guna mempertanyakan terkait Penerimaan siswa baru di SMP Negri 02 Manokwari.
Kedatangan mereka mempertanyakan terkait pendaftaran penerimaan siswa baru di SMP Negri 02 Manokwari yang sebagian dari Anak Mereka tidak dapat di terima, mereka mencurigai adanya kecurangan di pihak Sekolah.
“Saya dengan beberapa orang tua Murid sudah sejak pagi ada di Sekolah SMP Negri 02 untuk mendaftarkan anak saya tapi setelah di mulainya pendaftaran ternyata pihak sekolah katakan sudah tutup”. terang Yosina, salah satu orang tua siswa, Senin (3/7).
Menurutnya, tidak diterimanya putra/i mereka dengan alasan kuota sudah penuh.
“Alasannya, karena kuotanya sudah habis. itu yang Kami minta kejelasan kepada pihak Dinas,” ujarnya.
Yosina berharap, anaknya dapat di terima.
Di tempat terpisah Wakil Kepala Sekolah SMP Negri 03 Manokwari Hendro Prayitno yang juga Ketua Panitia Penerimaan siswa baru menjelaskan, dari jumlah Murid yang di terima pihak sekolah yang menentukan.
“Kami di SMP Negri 02 itu ada 6 Kelas dan masing-masing kelas 32 siswa, jadi jumlah total siswa yang di terima itu berjumlah 192 Siswa”. terangnya.
Lanjut Hendro mengatakan bahwa dari jumlah 192 Siswa itu terbagi menjadi dua bagian yaitu 60% untuk anak Papua, berarti 115 Siswa dan 40% atau 77 Siswa non Papua dan itu yang sesuai dengan Kebutuhan Sekolah. Tukasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Manokwari dalam penjelasannya yang di sampaikan oleh Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan,Zeth Wonggor, S. Pd, M.A, mengatakan bahwa ini sudah terjadi dari tahun ke tahun mereka mengadu ke Dinas untuk itu kata dia, nanti dari Dinas ini akan mendata ulang Sekolah mana yang masih memerlukan murid.
“Memang masing-masing Sekolah sudah menentukan jumlah murid baru yang di terima,” kata Wonggor.
Jadi menurut Wonggor, solusinya pihaknya nanti akan meminta semua berkas pendaftaran untuk di kumpulkan selanjutnya nanti akan di atur. jelasnya
“Tidak bisa, apabila semua orang tua murid menginginkan anaknya harus masuk di satu sekolah saja, sedangkan jumlah ruangan dan meja sudah habis,” pungkas Wonggor.(Nahemia)












