JAKARTA, Sabtu (24/1) suaraindonesia-news.com – Langkah penyegaran besar-besaran dilakukan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di awal tahun 2026. Melalui kebijakan terbaru, Kapolri resmi melakukan mutasi terhadap 85 personel yang terdiri dari Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen).
Gelombang rotasi ini tertuang dalam dua Surat Telegram (ST) yang diterbitkan pada pertengahan Januari. Telegram pertama, ST/99/I/KEP./2026 tertanggal 15 Januari, mencatat 53 personel, sementara telegram kedua, ST/143/I/KEP./2026 tertanggal 22 Januari, melibatkan 32 personel tambahan
Sebanyak 69 personel dari daftar tersebut mendapatkan promosi maupun pergeseran jabatan setara. Di level Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, beberapa nama besar kini menduduki kursi strategis. Diantaranya, Irjen Pol Dr. Achmad Kartiko sebagai Kalemdiklat Polri, Irjen Pol Johnny Eddizon Isir sebagai Kadivhumas Polri, Kombes Pol Abas Basuni sebagai Kapusjarah Polri, Kombes Pol Yudi Arkara Oktobera sebagai Kayanma Polri.
Sektor kewilayahan juga mengalami penyegaran kepemimpinan. Tiga posisi Kapolda resmi berganti, yakni Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, Kapolda Papua Barat Irjen Pol Alfred Papare, dan Kapolda Papua Tengah Kombes Pol Jermias Rontini.
Secara rinci, mutasi ini mencakup berbagai tingkatan kepangkatan, mulai dari 8 personel setingkat Irjen Pol (IB), 15 personel Brigjen Pol (IIA), serta 29 personel jabatan setingkat Kombes (IIB) yang terdiri dari 15 personel nivelering IIB1, 9 personel nivelering IIB2, dan 5 personel nivelering IIB3. Mutasi juga menyasar 1 jabatan Kapolresta, 5 AKBP, serta 4 Kapolres.
Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa kebijakan ini adalah hal lumrah untuk memperkuat struktur internal.
“Mutasi ini adalah bagian dari penyegaran organisasi dan pembinaan karier. Tujuannya jelas, agar kinerja Polri tetap optimal, profesional, dan semakin responsif dalam memberikan pelayanan serta menjaga stabilitas Kamtibmas,” tegas Brigjen Trunoyudo dalam keterangannya pada Sabtu, (24/1).
Dengan adanya rotasi ini, para pejabat baru diharapkan dapat segera melakukan akselerasi tugas di tempat yang baru demi meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri di tahun 2026.












