Sedikitnya 16.000 File Data Pegawai Pemprov NTT Segera Diinput Ke-E-Arsip

Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Ir. Benediktus Polo Maing

KUPANG-NTT, Kamis (12/01/2018) suaraindonesia-news.com – Mulai pertengahan tahun 2018, semua Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemerintah provinsi (Pemprov ) NTT, akan dipermudah dengan pelayanan sistem kearsipan terpusat pada Depot Arsip. Sebanyak 16.000 file data kepegawaian ASN termasuk data aset daerah segera ditata secara modern melalui aplikasi online Electronic Arsip (E-Arsip) pada Dinas Kearsipan provinsi NTT.

Sistem informasi dinamis maupun statis akan terkonsenterai di Dinas Kearsipan NTT dan sekaligus menjadi simpul jaringan informasi kearsipan secara nasional di NTT. Arsip-arsip penting daerah yang terdapat di 49 perangkat daerah lingkup pemprov NTT, terdokumentasi secara online di Depot Arsip milik Dinas Kearsipan NTT.

Sekretaris Daerah (Sekda) NTT, Ir. Benediktus Polo Maing, ketika ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/1) pagi, mengapresiasi kerja keras pimpinan dan staf Dinas Kearsipan NTT dalam mengumpul, menyusun dan menata kearsipan daerah yang terkoneksi melalui sistem jaringan aplikasi online. Dengan begitu, kata Sekda Polo Maing, sistem kearsipan di NTT dari hari ke hari semakin lebih baik dan tercipta satu sistem kearsipan yang efisien dan afektif.

Baca Juga : Sidang Perdata Sunny Kamengmau Vs Drs. Amon Djobo Memasuki Babak Baru 

“Kita melihat banyak perangkat daerah yang kesulitan dalam penataan arsip secara baik. Mencari arsip juga sulit, padahal kita punya Dinas Kearsipan. Kita perlu memberikan apresiasi kepada Dinas Kearsipan NTT atas kerja keras, kreasi dan inovasi guna menata sistem kearsipan daerah,” kata Sekda.

Dia menjelaskan, sejak tahun 2017, Dinas Kearsipan NTT telah melakukan kerjasama dengan 49 perangkat daerah untuk melakukan pentataan arsip secara baik dengan menyebarkan sebayak 8.080 box arsip. Kemudian dengan jumlah ribuan box arsip itu akan dimasukan dalam database di Depot Arsip NTT, di jalan perintis kemerdekaan, Oebufu, Kupang.

“Kita punya obsesi jangan terjadi dalam setiap perangkat daerah menyimpan arsip di ruangannya, tapi semua arsip tertampung di Depot Arsip. Misalnya, Badan kepegawaian Daerah (BKD) ingin memproses kenaikan pangkat salah seorang ASN, tidak perlu mencari-cari arsip atau menyuruh ASN mengumpulkan berkas kenaikan pangkat. Tetapi hanya klik di webside Depot Arsip dan terkoneksi dengan BKD,” ujarnya.

Sekda Benediktus Polo Maing, berharap jangan terjadi seorang guru SMA atau SMK di Flores yang ingin mengurus kenaikan pangkat harus datang ke BKD NTT.
Kejadian ini sangat membuang waktu, tenaga dan biaya. Sehingga pemprov NTT melalui Dinas Kearsipan, ingin menciptakan satu pola kerja yang efisien dan efektif dalam menata arsip.

“Saya perlu ingatkan bahwa semua perangkat daerah penting. Tidak ada perangkat daerah yang tidak penting. Tergantung bagaimana kita membuat perangkat daerah itu menjadi penting dengan berkreasi dan berinovasi sehingga dapat berperan secara optimal,” jalas Sekda.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kearsipan NTT, Drs. Lambertus Ibi Riti,MT, mengatakan sejak tahun 2017 telah melakukan akuisisi dan penarikan arsip dari 49 perangkat daerah ke Depot Arsip sehubungan dengan penerapan (aplikasi) E-Arsip. Terdapat sebanyak 6.200 orang ASN dan 9.600 guru yang memiliki file data kepegawaian yang siap ditampung di Depot Arsip.

“Kami sudah tahu data arsip statis ada di masing-masing perangkat daerah. Saat ini dalam proses penarikan arsip statis karena kami baru memiliki gedung Depot Arsip dua lantai, di jalan perintis kemerdekaan. Sedangkan penataan arsip ke sistem online dilaksanakan mulai Januari 2018,” ungkap Ibiriti.

Reporter : Yoko
Editor : Amin
Publisher : Tolak Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here