ACEH TIMUR, Jumat (02/01) suaraindonesia-news.com – Lebih dari satu bulan pasca bencana banjir bandang melanda Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur, ribuan warga terdampak masih bertahan di lokasi pengungsian dan di bawah tenda darurat yang didirikan di bekas tapak rumah mereka. Kondisi tersebut membuat kehidupan para korban semakin memprihatinkan, dengan rasa khawatir yang terus membayangi terkait kepastian masa depan mereka.
Hingga saat ini, belum terlihat tanda-tanda pembangunan hunian sementara (huntara) bagi para korban banjir. Padahal, tercatat sebanyak 800 kepala keluarga (KK) di kecamatan pedalaman Aceh Timur tersebut terdampak langsung akibat bencana banjir bandang.
Salamuddin, Kaur Pemerintahan Gampong Umah Sunti, menyampaikan bahwa terdapat empat desa yang mengalami kerusakan paling parah dan dinilai harus direlokasi. Desa-desa tersebut yakni Desa Umah Sunti, Umah Tareng, Ujung Karang, dan Desa Lokop.
“Empat desa yang paling parah dan harus direlokasi yaitu Desa Umah Sunti, Umah Tareng, Ujung Karang, dan Desa Lokop,” ujar Salamuddin saat ditemui di sela-sela kegiatan penyaluran bantuan sandang dan pangan bagi korban banjir bandang, Kamis (1/1), didampingi Jamin dan sejumlah tokoh masyarakat.
Jamin, tokoh masyarakat Gampong Umah Sunti, turut mengungkapkan kondisi sulit yang dialami warga di pengungsian. Ia menyebutkan, hingga kini belum ada kepastian sampai kapan warga harus terus mengungsi.
“Entah sampai kapan kami akan terus mengungsi. Saat ini warga Gampong Umah Sunti sebanyak 116 KK dan Umah Tareng 55 KK semuanya harus mengungsi ke desa tetangga, ke sekolah-sekolah dan fasilitas umum lainnya,” ungkap Jamin.
Menurutnya, kondisi kehidupan di pengungsian sangat tidak nyaman dan serba kekurangan. Warga yang menempati gedung sekolah juga dihadapkan pada keharusan segera pindah karena aktivitas belajar mengajar akan kembali berlangsung.
“Mau ke mana kami mengungsi lagi. Mengungsi di desa orang juga tidak nyaman kalau terlalu lama, karena fasilitas serba terbatas,” ujarnya. Saat ini, Jamin dan sejumlah warga diketahui mengungsi di Desa Jreng.
Atas kondisi tersebut, warga terdampak banjir di Kecamatan Serba Jadi memohon keseriusan pemerintah untuk segera mempercepat pembangunan hunian sementara. Mereka juga mengaku belum memiliki gambaran jelas terkait keberlangsungan hidup ke depan.
“Kami belum tahu bagaimana kehidupan kami ke depan. Rumah kami sudah tidak ada lagi. Saat ini kami berpikir untuk mencari lokasi desa yang baru dan aman bagi desa-desa yang tenggelam akibat banjir bandang,” tutur Salamuddin.
Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan, Salamuddin menjelaskan bahwa Desa Ujung Karang direncanakan akan direlokasi ke wilayah Tembolon, sementara Desa Umah Sunti akan dipindahkan ke lahan milik pemerintah daerah yang berada di dekat Kompi Lokop.
Sementara itu, Jamin mewakili masyarakat Serba Jadi mendesak pemerintah, khususnya melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), agar segera mempercepat pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak banjir di Aceh Timur, khususnya di Kecamatan Serba Jadi.
“Kami berharap pemerintah segera bertindak, karena tidak lama lagi masyarakat akan memasuki bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri,” pungkasnya.
Reporter: Madrid
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri












