Sawah Tadah Hujan Terancam Tidak Mampu Penuhi Target Program UPSUS Kedaulatan Pangan

Reporter: Anam

Bangkalan, Suara Indonesia-News.Com – Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur terancam tidak dapat penuhi target pemerintah untuk bisa swasembada pangan, Hal tersebut disampaikan Agung salah satu koordinator penyuluh pertanian (BKP3) Kecamatan Burneh, Bangkalan, Minggu (27/12/2015).

“Sebenarnya kalau keluhan banyak mas, terutama untuk petani yang sawahnya tadah hujan, kalau sampai satu hingga dua minggu lagi gak hujan, kasihan mereka, tanamannya akan kering. Kalau yang belum tanam, masalahnya adalah umur bibit di pesemaian menjadi kendala”. Jelas Agung dengan penuh keprihatinan.

Lebi lanjut Agung menuturkan, jika keadaan seperti ini dialami oleh beberapa daerah lain yang juga mendapat tugas dalam mensukseskan program UPSUS Swasembada pangan maka akan sangat kecil sekali kemungkinan untuk mencapainya.

“Kalaw di smua daerah kondisinya sperti ini, maka akan berpengaruh terhadap program UPSUS yang di gembar gemborkan Pemerintah. Tp mudah-mudahan hujan segera turun mas, kasihan petani”.ujar Agung.

Seperti yang sudah diketahui melalui program Upaya Khusus (UPSUS) tiga komoditas utama padi, jagung, kedelai, (pajale), pemerintah Presiden Jokowi sangat bertekad untuk mensukseskan kedaulatan pangan dalam 3 tahun ini, yaitu pada tahun 2015, 2016 dan 2017.

Pada kegiatan Upsus pajale, segala strategi dan upaya dilakukan untuk peningkatan luas tanam dan produktivitas di daerah-daerah sentra produksi pangan. Operasioanalisasi pencapaian target di lapangan benar-benar dilaksanakan secara all in untuk mensukseskan program yaitu dengan penyediaan dana, pengerahan tenaga, perbaikan jaringan irigasi yang rusak, bantuan pupuk, ketersedian benih unggul yang tepat (jenis/varietas, jumlah, tempat, waktu, mutu, harga ), bantuan traktor dan alsintan lainnya yang mendukung persiapan, panen dan pasca panen termasuk kepastian pemasarannya.

Program Upaya Khusus (Upsus) dilaksanakan serentak di beberapa provinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) diminta untuk mengaplikasikan teknologi unggulan yang sudah dimilikinya untuk mendukung suksesnya program Upsus terutama dalam hal penyediaan benih unggul serta teknik-teknik budidaya pajale dan SDM untuk pendampingan produksi.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here