Reporter : Addarori Ibnu Wardi / Hasibuddin
Pamekasan, Suara Indonesia-News.Com – Sebagian Masyarakat Pamekasan yang berkunjung ke tempat tongkrongan Tapsiun mengeluhkan tempat pemuda dan pemudi tersebut dijadikan tempat mesum. Hal itu disampaikan oleh Imam, salah satu pengunjung.
Menurut Imam, ini merupakan bentuk ketidak tegaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam memberantas kemaksiatan di Bumi Gerbang Salam.
“Ini kan kota gerbang salam yang identik dengan keislaman. Bagi saya tidak etis lah, kalau tempat seperti ini dijadikan tempat mesin. Padahal, pemerintah kan tujuannya baik.” Ujarnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ririn. Menurutnya, pamekasan seharusnya menjadi contoh dari kabupaten lain di Madura bahwa Pamekasan merupakan Gerbang Salam.
“Ya kalau begini bukan kota gerbang salam namanya. Tapi, tidak ada bedanya dengan kota yang lain yang tidak menerapkan Gerbang Salam.” Ujarnya.
Sementara itu, Komisi 1 Pamekasan meminta agar Satpol PP segera Bertindak. Hal itu disampaikan oleh Ismail S.HI melalui pesan messenger.
“Ya Satpol PP harus sering melakukan swiping agar tidak dijadikan tempat maksiat.” Ujarnya.
Saat disinggung mengenai Aturannya, Ismail menjelaskan bahwa di pamekasan ada Perda yang mengatur tentang Prostitusi.
“Kami secepatnya akan melakukan evaluasi kinerja Satpol PP agar disiplin dalam menegakkan Perda itu. Mungkin akan kami juga akan melakukan seiring bersama.” Tutupnya.
Sementara itu pihak Satpol PP melalui Kasi Penindakan dan penyelidikan M Yusuf W, menyayangkan dengan sikap masyarakat yang tidak langsung melaporkan ke pihak Satpol PP.
“Ini kan yang tahu masyarakat, seharusnya masyarakat melaporkan ke kami bukan langsung ke dewan. Ini kan menjadi terputus. Kami bukan melakukan pembayaran, tetapi memang tidak ada laporan. Masyarakat justru melaporkan ke pihak yang bukan ditugaskan untuk bertindak.” Sambung yusuf.
Yusuf menghimbau agar masyarakat mau bekerjasama dengan pihak Satpol PP. Menurutnya, Satpol PP sudah ada Kontak Centre untuk pengaduan masyarakat.
“Jadi, kalau misalkan masyarakat membuat laporan, kami pasti langsung tulis, kami siapkan mobil dan juga anggota untuk langsung turun tangan.” Tutupnya.

