Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaRegionalSosial Budaya

Satgas TMMD Ke-125 Kodim Pamekasan Awali Kegiatan dengan Doa dan Pengecekan Personel

Avatar of admin
×

Satgas TMMD Ke-125 Kodim Pamekasan Awali Kegiatan dengan Doa dan Pengecekan Personel

Sebarkan artikel ini
IMG 20250804 104656
Foto: Anggota Satgas TMMD Ke-125 Kodim Pamekasan saat Do'a bersama.

PAMEKASAN, Senin (04/08) suaraindonesia-news.com – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 0826/Pamekasan memulai setiap kegiatan harian dengan apel pagi, doa bersama, dan pengecekan personel. Rutinitas ini menjadi bagian dari disiplin militer sekaligus penguatan mental dan spiritual bagi seluruh prajurit yang bertugas.

Komandan Kompi (Danki) Satgas TMMD, Letda Inf Udin Murdianto, menjelaskan bahwa pengecekan personel dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik dan mental seluruh anggota sebelum mereka ditugaskan ke berbagai sasaran pembangunan.

“Melalui apel dan doa pagi, kami pastikan seluruh personel memahami tugasnya masing-masing dan dalam kondisi siap melaksanakan pekerjaan. Ini langkah penting agar seluruh kegiatan berjalan efektif dan terkoordinasi,” jelas Letda Udin.

Program TMMD ke-125 di wilayah Kabupaten Pamekasan mencakup sejumlah sasaran fisik, di antaranya pembangunan jembatan, rabat beton jalan desa, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pavingisasi, pembangunan sumur bor, dan tandon air untuk kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Hadiri Wisuda Ke II Universitas Muhammadiyah Kotabumi, Ini Pesan Sekdakab Lampura

Komandan Satgas TMMD ke-125, Letkol Inf Herik Prasetiawan, menambahkan bahwa kesiapan personel tidak hanya menyangkut aspek teknis, tetapi juga menyangkut semangat dan integritas dalam bertugas.

“Kegiatan doa dan pengecekan personel ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk pembinaan moril. Kami ingin seluruh anggota bekerja dengan semangat, tanggung jawab, dan tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat,” ujarnya.

Program TMMD merupakan bentuk sinergi TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mempercepat pembangunan di desa-desa. Melalui pendekatan partisipatif dan gotong-royong, kegiatan ini diharapkan membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi warga.