Sapta Pesona Modal Utama Mengelola Tempat Wisata

oleh -88 views

LUMAJANG, Kamis (19/9/2019) suaraindonesia-news.com – Dalam menciptakan sebuah potensi wisata, diharapakan yang pertama dapat melibatkan masyarakat setempat sebagai investasi awal, pada katagori khusus, dengan seleksi Sapta Pesona, juga harus bermitra sebanyak-banyaknya dengan siapa saja.

Selanjutnya menata time schedule yang sesuai dengan SOP-nya. Juga time schedule terkait dengan investasi.

“Selain itu evaluasi pelaksanaan secara berkelanjutan, mulai harian, mingguan dan atau bulanannya, dan yang terakhir kita harus menciptakan sebuah konsep digitalisasinya,” kata M Imron, pakar digital marketing kepada media ini.

Menurutnya, makna logo Sapta Pesona yang dilambangkan dengan Matahari yang bersinar sebanyak 7 buah tersebut terdiri atas unsur Kemanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenangan.

“Masing-masing individu sari pengelola tempat wisata wajib memahami dan melaksanakan apa yang tertuang dalam Sapta Pesona itu,” tambahnya.

Tujuan diselenggarakan program Sapta Pesona, kata Imron adalah untuk meningkatkan kesadaran, rasa tanggung jawab segenap lapisan masyarakat, baik pemerintah, swasta maupun masyarakat luas untuk mampu bertindak dan mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jika ada salah satu, bahkan banyak anggota pengelola tempat wisata tidak lulus karena tidak melaksanakan atau tidak menjalankan program Sapta Pesona, maka harus dikeluarkan dulu agar tidak mengganggu personil lainnya,” bebernya.

Sapta Pesona, dikatakan pria yang mempunyai usaha handycraft ini, merupakan kondisi yang harus diwujudkan dalam rangka menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah atau wilayah di negara Indonesia.

“Kita harus menciptakan suasana indah dan mempesona, dimana saja dan kapan saja. Khususnya ditempat-tempat yang banyak dikunjungi wisatawan dan pada waktu melayani wisatawan,” ujarnya lagi.

Dengan kondisi dan suasana yang menarik dan nyaman, kata Imron, wisatawan akan betah tinggal lebih lama, merasa puas atas kunjungannya dan memberikan kenangan indah dalam hidupnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Riset (Keris) Densus, Universitas Jember Kampus Lumajang, DR H Suhari, A Per Pen, MM, menyampaikan kalau pihaknya akan segera menjadikan Desa Burno sebagai pilot project wisata edukasi di Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Kami akan buat Wisata Agro dengan daerah binaan yaitu Desa Burno, Kecamatan Senduro,” paparnya.

Eduwisata Desa Burno, yang akan dikembangkan, kata Suhari yaitu Sekolah Desa.

“Wisata sehat, sebagai edukasi para pengunjung, seperti cuci tangan sebelum masuk lokasi wisata dan pulang juga melakukan hal yang sama,” pungkasnya.

Suhari sangat tertarik sekali dengan konsep yang disampaikan Pakar informatika digital ini.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publiser : Marisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *