Sambut Penilaian Adipura, Dewan Minta Pemkot Batu Jangan ‘Rok-rok Asem’

Didik Mahmud anggota DPRD kota Batu

KOTA BATU, Sabtu (16/3/2018) suaraindonesia-news.com – Tekad Pemerintah kota (Pemkot) Batu untuk mendapatkan piala Adipura 2018 mendapat acungan jempol dari anggota DPRD kota Batu, namun gerakan yang dilakukan Pemkot Batu dengan bersih-bersih sampah kerja bakti massal dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat hendaknya jangan rok-rok asem harus dilakukan secara kontinyu.

Didik Mahmud Ketua komisi C DPRD kota Batu mengatakan gerakan yang dilakukan pemkot Batu menjelang penilaian adipura cukup bagus, tapi kalau gerakan ini hanya ingin meraih adipura itu kurang pas, mestinya harus dilakukan secara kontinu, secara berkesinambungan.

“Gerakan ini cukup bagus, tapi kalau gerakan ini hanya ingin meraih adipura saja, sensasi saja saya kira kurang pas, mestinya setiap tahun ada gerakan seperti ini,” Kata Didik Mahmud.

Menurut Politisi partai Golkar ini, geliat dari eksekutif cukup aspiratif, tetapi geliat itu harus dibarengi dengan kreteria yang mendukung untuk memperoleh adipura, kalau tujuanya hanya ingin meraih adipura harus disesuaikan.

“Kreterianya apa sehingga daerah itu dapat meperoleh piala adipura, tapi harus ada indikator lain untuk membangun kesadaran masyarakat agar mnasyarakat tertib membuang sampah pada tempatnya,” jelasnya.

Geliat ini, lanjut Didik, Jangan rok-rok asem, grodok-grodok langsung hilang begitu saja, tetapi dirinya melihat daerah lain yang mendapat piala adipura ini tidak serta merta langsung mendapat piala adipura, tetapi melalui proses, tiap tahun ada pembenahan semua sisi, semua lini, artinya harus dilakukan konsisten, bila dilakukan secara kontinu, dari dewan akan mengalokasikan anggaran.

Baca Juga: Pengedar Sabu dan Pil Koplo Asal Malang Diringkus Polisi 

“Tapi gerakan ini jangan membawa pesimis tapi membawa dampak positif, agar dapat meraih adipura. Kami juga meminta Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) yang ada didesa-desa dan yang ada TPS Pasar harus dilelola dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga menilai kesadarah masyarakat akan kebersihan lingkungan selama ini masih kurang, sebab masih dijumpainya sebagian masyarakat yang membuang sampah sembarangan, membuang sampah di sungai,atau di jalan, maka Pemkot Batu perlu sosialisasi kepada Warga.

Mendapat kritikan dari DPRD kota Batu, kepala Dinas lingkungan Hidup (DLH) kota Batu Arif As Sidiq langsung angkat bicara. Mantan Camat Batu mengungkapkan penyambutan penilaian adipura 2018 itu hanya bagian dari even saja, tetapi tahun 2018 ini ada even diantaranya adi wiyata dan kota sehat.

“Intinya dalam penyambutan penilaian adipura ini, pemkot Batu akan membangun system, bagaimana membangun taman yang baik, bagaimana memabangun kebersihan yang baik, termasuk system persampahan,” kata Arif, saat ditemui usai ikuti kerja bakti bersama siswa SMAN 02 Batu, Jumat (16/3/2018).

Membangun system yang baik dan kesadaran yang tinggi dalam hal kebersihan lingkungan, kata dia perlu ada dukungan masyarakat, baik lembaga pemerintahan, lembaga pendidikan, dan dewan sehingga tahun 2020 target system persampahan di kota Batu nantinya sudah bagus.

“Tahun 2020 kita bebas sampah, kepedulian masyarakat cukup tinggi, ini bukan pencitraan, tetapi bagaimana membangun kesadarah masyarakat akan kebersihan, teman-teman dewan juga harus ikut mensosialisasikan,“ pungkasnya

Reporter : Adi Wiyono
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here