Sakit Tak Kunjung Sembuh Warga Kota Batu Gantung Diri

Sudjono Nekat Gantung Diri

Kota Batu, Suara Indonesia-News.Com – Gara-gara mengidap penyakit tidak kunjung sembuh dan depresi, Sujono (65) memilih mengakhiri hidupnya dengan cepat, dengan cara gantung diri alias kendat. Kakek warga Dusun Tegalsari RT 02 RW 03 Desa Sumbergondo Kecamatan Bumiaji melakukan kendat di pinggir desa setempat, Selasa (11/8) sekitar pukul 04.00 pagi.

Kendat itu dilakukan dengan cara mengikatkan seutas sabuk di pohon chery yang dikalungkan dilehernya. Di lokasi kejadian, terdapat kursi (Dengklek) yang kemungkinan dipakai untuk memanjat saat akan menggantungkan lehernya.

Menurut keterangan warga setempat, peristiwa itu diketahui pada saat pagi hari. Setelah melihat itu langsung melaporkan ke Polsek Bumiaji. “Kita tidak berani menurunkan korbannya, langsung kita laporkan ke polisi,” kata warga setempat yang namanya tidak mau disebutkan.

Ia lanjutkan, korban merupakan warga setempat yang hanya tinggal dengan istrinya. Anaknya 4 sudah terpisah dengan kedua orang tuanya itu. Korban juga mempunyai sakit linu dan juga agak membingungkan kalau ditanya.

Terpisah, Kades Sumbergondo, Nur Yuwono membenarkan yang melalakukan kendat itu adalah warganya. “Dia sudah lama tidak bekerja, mengidap sakit ngilu serta agak depresi. Mungkin frustasi dengan kondisinya sampai dia melakukan bunuh diri,” kata dia.

Kapolsek Bumiaji, AKP Sukatno mengatakan pihaknya sudah melakukan olah kejadian perkara. Hasil dari informasi yang didapat kejadian ini murni bunuh diri tidak ada tanda-tanda kekerasan yang dilakukan orang lain.

Warga setempat, kata dia, banyak yang membenarkan kalau korban ini sudah lama mengidap sakit yang membuat dia agak linglung serta tidak mampu lagi bekerja.

“Sekitar jam 5 pagi ada warga yang melaporkan kejadian ini ke Polsek Bumiaji. Kami langsung ke TKP dan melihat langsung korban yang masih menggantung di pohon,” kata dia.

Dia lanjutkan, polisi langsung melakukan evakuasi dan mengirimkan korban ke RS Bhayangkara Hasta Brata untuk di autopsi. “Setelah di otopsi langsung dimakamkan di makam desa setempat,”   pungkasnya. (kurniawan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here