Sadis! Seorang Ayah di Balikpapan Siram Anak dengan Air Panas

oleh -1.527 views
Tersangka HSN saat digiring petugas di Mapolresta Balikpapan.

BALIKPAPAN, Senin (20/9/2021) suaraindonesia-news.com – Seorang ayah berinisial HSN (40) warga Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur tega menyiram anak kandungnya sendiri dengan air panas yang masih berusia 9 tahun.

Kapolresta Balikpapan Kombes Pol. V Thirdy Hadmiarso melalui Kasat Reskrim Polresta Balikpapan Kompol. Rengga Puspo Saputro menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 15/9/2021 pukul 17.00 Wita di Jalan Mentarang, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan.

“Penyiraman air panas dilakukan tersangka kepada anak kandungnya ini saat korban sedang memasak roti di dapur. Tersangka yang baru pulang dari tempat kerjanya sebagai buruh keamanan (Waker) tiba-tiba marah karena melihat korban saat itu membuang minyak goreng bekas yang ada didapur, kemudian tersangka menghampiri dan melemparkan jepitan gorengan ke arah kepala korban sebanyak tiga kali,” terang Rengga saat press release di Mapolresta Balikpapan, Senin, (20/9/2021).

Tidak sampai disitu, kata Rengga, tersangka juga menyuruh korban untuk duduk di dalam WC. Kemudian tersangka mengambil sebuah panci yang berisikan air panas yang masih mendidih bekas rebusan daun singkong dan menyiramkan ke tubuh korban.

“Akibat siraman air panas yang dilakukan tersangka, tubuh korban mengalami luka bakar (melepuh) hingga 45 persen. Saat ini korban masih dalam perawatan medis di Rumah Sakit Umum Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan,” ungkapnya.

Tidak terima dengan perlakuan tersangka, ibu korban berinisial AN (42) yang juga suami tersangka langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Balikpapan.

“Dari keterangan pelapor (istri tersangka), bahwa tersangka kerap sekali melakukan Kekerasan terhadap korban. Hanya saja belum pernah dilaporkan, kali ini adalah puncaknya dari tindakan kekerasan yang dilakukan tersangka selama ini. Sehingga ibu korban melaporkan kejadian tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Balikpapan,” ujar Rengga.

Selain tersangka, Satreskrim Polresta Balikpapan juga turut mengamankan barang bukti berupa 1 buah jepitan gorengan, 1 buah panci, dan pakaian korban.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 80 ayat (2) Undang-undang RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau KDRT dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

Reporter : Fauzi
Editor : Moh Hasanuddin
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *