Rumah Dinas di Komplek Pusdik Arhanud Batu Dilalap Sijago Merah

oleh
Simulasi kebakaran rumah dinas kompleks Pusdik Arhanud yang diikuti seluruh anggota

Reporter: Adi wiyono

KOTA BATU, Rabu (7/6/2017) suaraindonesia-news.com – Kebakaran hebat menimpa salah satu rumah dinas di kompleks Pusdik Arhanud, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, Rabu Sore (7/6/2017 ).

Pantauan dilokasi, puluhan anggota TNI dan petugas PMK  kota Batu ikut serta memadamkan api.

Namun, sijago merah dalam waktu cepat membakar rumah beserta isinya, bahkan api dengan cepat menyambar rumah disampingnya.

Sementara masyarakat disekitarnya tidak banyak berbuat, hanya menyaksikan kobaran api yang begitu cepat.

Saat peristiwa berlangsung, penghuni rumah dinas berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Beberapa diantara anggota TNI berseragam yang baru saja pulang dari dinas, mencoba memadamkan api dengan air dalam ember. Namun upaya tersebut sia-sia karena api semakin ganas.

Api semakin besar membakar bangunan rumah dinas yang sebagian besar merupakan bangunan tua yang berbahan kayu.

Tidak kurang dari 10 menit, dua unit mobil PMK tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan berhasil memadamkan api. Meski demikian, api telah membakar deretan rumah dinas yang ada di Pusdik Arhanud ini.

Agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, para anggota TNI yang membantu pemadaman merobohkan bangunan yang sudah terbakar agar tidak menimpa orang lain.

Usut punya usut, semua itu ternyata hanyalah rangkaian simulasi kebakaran yang diselenggarakan di Pusdik Arhanud oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran Kota Batu.

Kabid Operasional Dinas Penanggulangan Kebakaran PMK kota Batu Santoso Wardoyo, mengatakan bahwa Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada seluruh anggota Pusdikarhanud tentang pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

“Simulasi ini didesaign sedemikian rupa seperti kejadian yang sesungguhnya, termasuk disiapkan rumah buatan yang sengaja dibakar agar suasana menjadi seperti suasana yang sebenarnya,” jelasnya.

Menurut dia, sistem proteksi kebakaran di Pusdik Arhanud sudah lebih baik ketimbang saat PMK memberikan sosialisasi pencegahan kebakaran tahun lalu. Mengingat komplek militer ini memiliki resiko kebakaran yang cukup tinggi.

“Meski demikian dengan kondisi sekarang tetap harus dilatih mengenai kesiapan penanggulangan kebakaran dengan peralatan disana,” pungkas Santoso.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *