SAMPANG, Sabtu (1/2) suaraindonesia-news.com – Ruang kepala sekolah dan guru SDN Malaka 2 Kecamatan Jrengik Kabupaten Sampang, ditengah ruangan diberi penunjang menggunakan dua batang bambu agar tidak ambruk.
Pasalnya, kuda-kuda dan wuwungnya sudah patah karena dimakan rayap. Tidak hanya itu, plafon ruangnya juga berlubang karena ambrol. Namun, tetap digunakan sebagai ruang kepala sekolah dan guru, karena tidak ada ruangan lagi.
“Terpaksa tetap digunakan sebagai ruang kasek dan guru, dengan diberi penunjang tengahnya menggunakan dua batang bambu,” jelas Kepala sekolah Malaka 2, Suwali.
Dikatakan, saat hujan lebat dan angin kencang semua guru tidak berani menempati ruangan tersebut karena khawatir ambruk. Sehingga, guru-guru perempuan selalu minta agar dilaporkan ke Dinas Pendidikan Sampang, agar dapat bantuan rehab.
“Sejak Tahun 2021 lalu sampai saat ini, sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Sampang terkait ruang kasek dan guru yang kuda-kuda serta wuwungnya rusak berat, tapi sampai saat ini tidak terealisasi,” ungkapnya.
“Saya berharap ada bantuan rehab untuk ruang kasek dan guru yang rusak berat. Karena guru-guru merasa was was dan khawatir ruangannya ambruk,” pungkasnya.












