BLORA, Senin (7/7) suaraindonesia-news.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Samin Surosentiko Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mulai Senin (7/7) resmi melayani pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Peresmian layanan BPJS ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara pihak rumah sakit dan BPJS Kesehatan Cabang Pati di rumah dinas Bupati Blora.
Penandatanganan disaksikan oleh Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, Kepala Dinas Kesehatan Edy Widayat, Direktur RSUD Samin Surosentiko dr. Hartono, serta perwakilan BPJS Kesehatan.
Dalam sambutannya, Bupati Arief Rohman berharap layanan BPJS ini dapat mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat Blora bagian selatan.
“Populasi di Randublatung adalah yang kedua terbesar setelah Blora Kota. Semoga dengan kerja sama ini, pelayanan kesehatan semakin baik dan warga tidak perlu jauh-jauh berobat,” ujar Bupati.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pati, Wahyu Giyanto, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi momen penting bagi peningkatan layanan kesehatan di wilayah Randublatung dan sekitarnya.
“Setelah PKS ini, RSUD Randublatung wajib memberi pelayanan maksimal bagi sekitar 81 ribu warga Randublatung dan 51 ribu warga Kecamatan Jati,” ungkap Wahyu.
Ia menegaskan pihaknya akan terus memantau agar pelayanan BPJS dapat berjalan baik.
“Kalau sampai ada warga sakit tidak terlayani, saya yang akan bertanggung jawab,” tambahnya.
Direktur RSUD Samin Surosentiko, dr. Hartono, menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya layanan BPJS di rumah sakit tersebut.
“Alhamdulillah, mulai hari ini kami siap melayani pasien BPJS. Kami mohon doa dan dukungan agar dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ucap dr. Hartono.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Blora Edy Widayat berharap kehadiran layanan BPJS dapat menjawab kebutuhan masyarakat.
“Ini perjuangan panjang. Kami lega akhirnya terealisasi. Mudah-mudahan pelayanannya semakin maksimal,” katanya.
Sebagai informasi, RSUD Samin Surosentiko merupakan rumah sakit tipe D yang diresmikan pada 2024. Rumah sakit ini memiliki 51 tempat tidur, 68 tenaga kesehatan, serta sejumlah fasilitas seperti instalasi rawat jalan, rawat inap, IGD, ICU, NICU, layanan bedah sentral, laboratorium, radiologi, dan poli spesialis penyakit dalam, bedah, anak, dan poli observed.
Pemberian nama Samin Surosentiko merujuk pada tokoh perlawanan Samin Surosentiko yang lahir di Desa Kediren, Randublatung.
Dengan kerja sama ini, pemerintah daerah berharap masyarakat Blora selatan dan wilayah perbatasan seperti Grobogan dan Ngawi lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas.













